Kalkulator Pembagi Tegangan
Hitung tegangan output dari jaringan pembagi resistor. Masukkan tegangan input, R1, dan R2 untuk menemukan Vout secara instan. Termasuk perhitungan terbalik, diagram sirkuit interaktif, rumus langkah demi langkah, dan analisis disipasi daya.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Pembagi Tegangan
Kalkulator Pembagi Tegangan adalah alat elektronik serbaguna yang menghitung tegangan output dari jaringan pembagi resistor. Alat ini mendukung tiga mode: kalkulasi maju (mencari Vout dari R1 dan R2), dan dua mode balik (mencari R1 atau R2 untuk tegangan output yang diinginkan). Alat ini juga menyediakan analisis aliran arus, disipasi daya, dan rincian rumus langkah demi langkah untuk membantu desain sirkuit.
Apa itu Pembagi Tegangan?
Pembagi tegangan adalah salah satu sirkuit paling mendasar dalam elektronik. Ini terdiri dari dua resistor (R1 dan R2) yang dihubungkan secara seri antara tegangan input (Vin) dan ground. Tegangan output (Vout) diambil dari titik sambungan antara R1 dan R2.
Tegangan output selalu merupakan sebagian kecil dari tegangan input, yang ditentukan oleh rasio R2 terhadap total resistansi (R1 + R2). Prinsip sederhana ini digunakan secara luas dalam antarmuka sensor, pengkondisian sinyal, sirkuit biasing, dan level shifting.
Cara Menggunakan Kalkulator Pembagi Tegangan
Langkah 1: Pilih Mode Kalkulasi
Pilih salah satu dari tiga mode:
- Hitung Vout: Masukkan Vin, R1, dan R2 untuk mencari tegangan output
- Cari R1: Masukkan Vin, R2, dan Vout yang Anda inginkan untuk mencari R1 yang diperlukan
- Cari R2: Masukkan Vin, R1, dan Vout yang Anda inginkan untuk mencari R2 yang diperlukan
Langkah 2: Masukkan Tegangan Input
Masukkan tegangan input (Vin) dari sirkuit Anda dalam satuan volt. Ini adalah sumber tegangan yang menggerakkan pembagi.
Langkah 3: Masukkan Nilai Resistor
Masukkan nilai resistansi dengan unit yang sesuai (Ω, kΩ, atau MΩ). Dalam mode balik, masukkan resistor yang diketahui dan target tegangan output Anda.
Langkah 4: Klik Hitung
Klik tombol Hitung untuk melihat tegangan output, rasio pembagi, aliran arus, dan disipasi daya untuk setiap resistor.
Aplikasi Umum Pembagi Tegangan
| Aplikasi | Nilai Tipikal | Catatan |
|---|---|---|
| Level shift 5V → 3.3V | R1 = 1.7kΩ, R2 = 3.3kΩ | Umum untuk antarmuka Arduino-ke-ESP32 |
| Ref sensor 12V → 5V | R1 = 7kΩ, R2 = 5kΩ | Digunakan dalam sirkuit sensor otomotif |
| Monitor tegangan baterai | R1 = 100kΩ, R2 = 100kΩ | Membagi dua tegangan untuk input ADC |
| Kontrol volume audio | Potensiometer (R variabel) | Pembagi tegangan yang dapat disesuaikan |
| Jaringan umpan balik | Bervariasi sesuai regulator | Mengatur output regulator yang dapat disesuaikan (LM317, dll.) |
Memahami Efek Pembebanan
Rumus pembagi tegangan mengasumsikan tidak ada arus yang mengalir dari titik output. Dalam praktiknya, beban apa pun yang terhubung akan menarik arus dan mempengaruhi tegangan output. Resistansi beban muncul secara paralel dengan R2, secara efektif mengurangi R2 dan menurunkan Vout.
Untuk meminimalkan efek pembebanan:
- Impedansi beban harus setidaknya 10× lebih besar dari R2
- Gunakan buffer (op-amp voltage follower) antara output pembagi dan beban
- Gunakan resistor bernilai lebih rendah untuk pembagi (dengan konsekuensi arus yang lebih tinggi)
Pertimbangan Disipasi Daya
Setiap resistor dalam pembagi membuang daya sebagai panas. Total daya yang dikonsumsi oleh pembagi adalah:
Resistansi total yang lebih rendah berarti arus lebih besar dan pembuangan daya lebih banyak. Untuk sirkuit bertenaga baterai, gunakan resistor bernilai lebih tinggi (kisaran 100kΩ) untuk meminimalkan arus diam. Resistor standar 1/4W dapat menangani hingga 250mW masing-masing.
Nilai Resistor Standar (Seri E12)
| Dekade | Nilai |
|---|---|
| 1Ω – 8.2Ω | 1.0, 1.2, 1.5, 1.8, 2.2, 2.7, 3.3, 3.9, 4.7, 5.6, 6.8, 8.2 |
| 10Ω – 82Ω | 10, 12, 15, 18, 22, 27, 33, 39, 47, 56, 68, 82 |
| 100Ω – 820Ω | 100, 120, 150, 180, 220, 270, 330, 390, 470, 560, 680, 820 |
| 1kΩ – 8.2kΩ | 1k, 1.2k, 1.5k, 1.8k, 2.2k, 2.7k, 3.3k, 3.9k, 4.7k, 5.6k, 6.8k, 8.2k |
| 10kΩ – 82kΩ | 10k, 12k, 15k, 18k, 22k, 27k, 33k, 39k, 47k, 56k, 68k, 82k |
| 100kΩ – 1MΩ | 100k, 120k, 150k, 180k, 220k, 270k, 330k, 390k, 470k, 560k, 680k, 820k, 1M |
Pembagi Tegangan vs. Regulator Tegangan
Kesalahan umum adalah menggunakan pembagi tegangan sebagai catu daya. Berikut adalah perbandingannya:
- Pembagi Tegangan: Output berubah seiring beban, tidak efisien, hanya berguna untuk aplikasi tingkat sinyal arus rendah
- Regulator Tegangan (misalnya, LM7805, LM317): Mempertahankan tegangan output konstan terlepas dari beban, jauh lebih efisien untuk memberi daya pada sirkuit
Gunakan pembagi tegangan untuk tegangan referensi, antarmuka sensor, dan pengkondisian sinyal — bukan untuk memberi daya pada sirkuit lain.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu pembagi tegangan?
Pembagi tegangan adalah sirkuit sederhana yang menggunakan dua resistor (R1 dan R2) secara seri untuk menghasilkan tegangan output (Vout) yang merupakan sebagian kecil dari tegangan input (Vin). Output diambil dari titik sambungan antara kedua resistor. Rumusnya adalah Vout = Vin × R2 / (R1 + R2).
Bagaimana cara menghitung tegangan output dari pembagi tegangan?
Gunakan rumus Vout = Vin × R2 / (R1 + R2). Contohnya, dengan Vin = 12V, R1 = 10kΩ, dan R2 = 10kΩ, outputnya adalah 12 × 10000 / (10000 + 10000) = 6V.
Mengapa beban mempengaruhi output pembagi tegangan?
Ketika beban dihubungkan secara paralel dengan R2, ia membentuk resistansi paralel dengan R2, sehingga mengurangi nilai R2 efektif. Hal ini menurunkan tegangan output di bawah nilai tanpa beban yang dihitung. Untuk meminimalkan efek pembebanan, impedansi beban harus setidaknya 10 kali lebih besar dari R2.
Dapatkah saya menggunakan pembagi tegangan sebagai catu daya?
Pembagi tegangan tidak direkomendasikan sebagai catu daya karena tegangan output berubah seiring dengan arus beban, membuang daya melalui resistor, dan memiliki regulasi tegangan yang buruk. Gunakan regulator tegangan (seperti LM7805 atau LM317) sebagai gantinya untuk memberi daya pada sirkuit.
Bagaimana cara memilih nilai resistor untuk pembagi tegangan?
Pertama tentukan rasio R2/(R1+R2) yang dibutuhkan untuk target tegangan Anda. Kemudian pilih nilai yang menjaga arus total tetap wajar (biasanya 1-10mA untuk pembagi sinyal). Gunakan nilai resistor standar (seri E12 atau E24). Resistansi yang lebih rendah berarti arus lebih besar dan respon lebih cepat tetapi pembuangan daya lebih banyak.
Sumber Daya Tambahan
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Pembagi Tegangan" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-pembagi-tegangan/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 17 Mar 2026
Alat terkait lainnya:
Alat Elektronik:
- Kalkulator Masa Pakai Baterai Baru
- Kalkulator Kode Warna Resistor Baru
- Kalkulator Hukum Ohm Baru
- Kalkulator Penurunan Tegangan Baru
- Kalkulator Lebar Jalur PCB Baru
- Kalkulator Ukuran Kabel Baru
- Kalkulator Resistor LED Baru
- Kalkulator Pembagi Tegangan Baru
- Kalkulator Resistor Paralel Baru
- Kalkulator Kapasitor Baru
- Kalkulator Timer 555 Baru