Sejak 2010 · Mendukung 2 juta+ penggunaan alat setiap bulan
Sejak 2010
Tambahkan ke Chrome

Kotak Alat Saya

Mode Otomatis

Belum ada alat yang disimpan.

Tingkatkan ke Versi Premium
Alat terkait
Kalkulator Pembagi TeganganKalkulator Frekuensi ResonansiKalkulator Pivot PointGenerator Frekuensi Suara Acak
Beranda > Beragam > Alat Elektronik
 

Kalkulator Timer 555

Hitung frekuensi, periode, dan duty cycle untuk sirkuit timer 555 dalam mode astable dan monostable. Masukkan nilai R1, R2, dan C untuk mendapatkan hasil instan dengan visualisasi bentuk gelombang dan rumus langkah demi langkah.

Gratis digunakanTidak perlu mendaftarDiperbarui Mar 2026
Kalkulator Timer 555Coba sekarang — gratis ▼

⚡ Contoh Cepat:

Embed Kalkulator Timer 555 Widget

Tentang Kalkulator Timer 555

Kalkulator Timer 555 adalah alat komprehensif bagi insinyur elektronika, hobiis, dan siswa yang merancang sirkuit dengan IC timer NE555 yang ikonik. Kalkulator ini mendukung mode astable (osilator bebas) dan monostable (satu kali), memberikan perhitungan instan untuk frekuensi, periode, siklus kerja, dan lebar pulsa bersama dengan visualisasi bentuk gelombang animasi.

Apa itu IC Timer 555?

IC timer 555, yang diperkenalkan oleh Signetics pada tahun 1972, adalah salah satu sirkuit terpadu yang paling banyak digunakan yang pernah dibuat. Ia berisi 23 transistor, 2 dioda, dan 15 resistor dalam satu chip. Meskipun usianya sudah tua, miliaran IC ini masih diproduksi setiap tahun karena kesederhanaan, biaya rendah, dan keserbagunaannya yang luar biasa.

IC ini mendapatkan namanya dari tiga resistor 5 kΩ yang digunakan secara internal untuk membuat pembagi tegangan. Resistor-resistor ini menetapkan ambang batas (threshold) pada 2/3 Vcc dan pemicu (trigger) pada 1/3 Vcc, yang merupakan level tegangan kunci yang mengontrol pengoperasian timer.

Mode Operasi Timer 555

Mode Astable (Osilator Bebas)

Dalam mode astable, timer 555 berjalan terus-menerus tanpa pemicu eksternal, menghasilkan output gelombang persegi panjang. Kapasitor terisi melalui R1 dan R2, kemudian terbuang melalui R2 saja, menciptakan bentuk gelombang asimetris. Mode ini umum digunakan untuk:

Rumus Mode Astable:

Waktu Tinggi: tH = 0.693 × (R1 + R2) × C

Waktu Rendah: tL = 0.693 × R2 × C

Periode: T = tH + tL = 0.693 × (R1 + 2×R2) × C

Frekuensi: f = 1.44 / ((R1 + 2×R2) × C)

Siklus Kerja: D = (R1 + R2) / (R1 + 2×R2) × 100%

Mode Monostable (Generator Pulsa Satu Kali)

Dalam mode monostable, timer 555 menghasilkan pulsa output tunggal dengan durasi yang tepat saat dipicu. Output tetap tinggi selama waktu yang dihitung dan kemudian kembali ke rendah. Mode ini digunakan untuk:

Rumus Mode Monostable:

Lebar Pulsa: t = 1.1 × R × C

Cara Menggunakan Kalkulator Timer 555

Langkah 1: Pilih Mode

Pilih Astable untuk osilasi terus-menerus atau Monostable untuk pulsa tunggal berwaktu. Bidang formulir akan menyesuaikan secara otomatis berdasarkan pilihan Anda.

Langkah 2: Masukkan Nilai Komponen

Masukkan nilai resistansi dan kapasitansi untuk sirkuit Anda. Gunakan pemilih unit (Ω/kΩ/MΩ untuk resistansi, pF/nF/μF untuk kapasitansi) agar sesuai dengan nilai komponen Anda.

Langkah 3: Klik Hitung

Klik tombol Hitung untuk melihat frekuensi, periode, siklus kerja, dan animasi bentuk gelombang yang menunjukkan sinyal output.

Langkah 4: Tinjau Hasil

Hasilnya mencakup rincian mendetail dengan rumus langkah demi langkah, bilah visualisasi siklus kerja (mode astable), dan bentuk gelombang output animasi.

Aplikasi Umum Timer 555

Aplikasi Mode R1 Tipikal R2 Tipikal C Tipikal Frekuensi / Pulsa
Pengedip LED (1 Hz) Astable 10 kΩ 680 kΩ 1 μF ~1 Hz
Nada Audio (1 kHz) Astable 1 kΩ 6.8 kΩ 100 nF ~1 kHz
Sinyal PWM (38 kHz) Astable 560 Ω 560 Ω 10 nF ~38 kHz
Debounce (50 ms) Monostable 47 kΩ 1 μF ~52 ms
Tunda (1 detik) Monostable 910 kΩ 1 μF ~1 s

Memahami Siklus Kerja

Dalam mode astable, siklus kerja (duty cycle) mewakili persentase dari setiap periode di mana output berada pada kondisi TINGGI (HIGH). Karena desain internal timer 555, konfigurasi astable standar selalu menghasilkan siklus kerja lebih besar dari 50% karena kapasitor mengisi melalui R1 dan R2 tetapi mengosongkan hanya melalui R2.

Siklus kerja dihitung sebagai: D = (R1 + R2) / (R1 + 2×R2) × 100%. Ketika R1 jauh lebih kecil dari R2, siklus kerja mendekati 50%. Ketika R1 jauh lebih besar dari R2, siklus kerja mendekati 100%.

Untuk mencapai siklus kerja tepat 50%, Anda dapat menempatkan dioda di atas R2 untuk memintasnya selama fase pengisian, membuat jalur pengisian dan pengosongan menjadi simetris. Sebagai alternatif, menggunakan varian CMOS 555 (seperti TLC555) dengan resistor tunggal dapat mencapai siklus kerja 50%.

Tips Desain

Konfigurasi Pin Timer 555

Pin Nama Fungsi
1GNDReferensi Ground (0V)
2TRIGInput Pemicu — memulai pewaktuan saat ditarik ke bawah 1/3 Vcc
3OUTOutput — menjadi tinggi selama pewaktuan, dapat mengalirkan/menyerap arus ~200 mA
4RESETReset aktif-rendah — hubungkan ke Vcc jika tidak digunakan
5CTRLTegangan kontrol — mengatur ambang batas; bypass dengan 10 nF ke GND
6THRESHAmbang batas — pewaktuan berakhir saat ini melebihi 2/3 Vcc
7DISCHPembuangan — output kolektor terbuka untuk mengosongkan kapasitor pewaktu
8VccTegangan suplai (4.5V hingga 16V untuk NE555)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu IC timer 555 dan apa kegunaannya?

IC timer 555 adalah salah satu sirkuit terpadu yang paling serbaguna dan banyak digunakan dalam elektronika. Ia dapat beroperasi dalam tiga mode: astable (osilator bebas), monostable (generator pulsa satu kali), dan bistable (flip-flop). Aplikasi umum termasuk pengedip LED, modulasi lebar pulsa, pembangkit nada, penundaan waktu, dan pembangkit sinyal clock.

Apa perbedaan antara mode astable dan monostable?

Dalam mode astable, timer 555 terus berosilasi antara kondisi tinggi dan rendah, menghasilkan output gelombang kotak tanpa pemicu eksternal. Dalam mode monostable, timer menghasilkan pulsa output tunggal dengan durasi yang ditentukan saat dipicu. Mode astable digunakan untuk osilator dan sinyal clock, sedangkan mode monostable digunakan untuk penundaan waktu dan debouncing.

Bagaimana cara menghitung frekuensi dalam mode astable?

Dalam mode astable, frekuensi dihitung menggunakan rumus: f = 1.44 / ((R1 + 2 × R2) × C), di mana R1 dan R2 adalah resistansi dalam ohm dan C adalah kapasitansi dalam farad. Waktu tinggi adalah 0.693 × (R1 + R2) × C dan waktu rendah adalah 0.693 × R2 × C.

Mengapa siklus kerja selalu lebih besar dari 50% dalam mode astable standar?

Dalam konfigurasi astable standar, kapasitor terisi melalui R1 dan R2 (membuat waktu tinggi lebih lama) tetapi terbuang hanya melalui R2 (membuat waktu rendah lebih singkat). Karena jalur pengisian selalu menyertakan R1, waktu tinggi selalu lebih lama dari waktu rendah, menghasilkan siklus kerja lebih besar dari 50%. Untuk mencapai 50% atau kurang, Anda dapat menambahkan dioda di atas R2.

Bagaimana cara menghitung lebar pulsa dalam mode monostable?

Dalam mode monostable, lebar pulsa output dihitung menggunakan rumus: t = 1.1 × R × C, di mana R adalah resistansi dalam ohm dan C adalah kapasitansi dalam farad. Output akan menjadi tinggi saat dipicu dan kembali ke rendah setelah periode waktu yang dihitung.

Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:

"Kalkulator Timer 555" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-timer-555/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/

oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 17 Mar 2026

Alat Elektronik:

Alat populer dan terbaru:

Pengatur Waktu Split SpeedrunTimer Belajar Pomodoro⏱️ Timer Hitung MundurLihat semua →
Beranda > Beragam > Alat Elektronik > Kalkulator Timer 555