Kalkulator Detak Jantung Maksimum
Hitung detak jantung maksimum Anda menggunakan 6 formula yang divalidasi secara ilmiah termasuk Tanaka, Gulati, dan metode tradisional. Dapatkan zona latihan yang dipersonalisasi untuk intensitas latihan yang optimal.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Detak Jantung Maksimum
Selamat datang di Kalkulator Detak Jantung Maksimum, alat kebugaran canggih yang menghitung detak jantung maksimum Anda menggunakan enam formula yang divalidasi secara ilmiah. Tidak seperti kalkulator dasar yang hanya menggunakan formula kuno "220 minus usia", kalkulator ini memberikan hasil yang dipersonalisasi menggunakan penelitian modern termasuk metode Tanaka dan Gulati, ditambah zona latihan terperinci untuk intensitas latihan yang optimal.
Apa itu Detak Jantung Maksimum (MHR)?
Detak Jantung Maksimum (MHR) adalah jumlah detak jantung tertinggi per menit yang dapat dicapai jantung Anda selama aktivitas fisik maksimal. Ini mewakili batas atas sistem kardiovaskular Anda dan berfungsi sebagai dasar untuk menghitung zona target detak jantung yang digunakan dalam program latihan.
MHR terutama ditentukan oleh usia, dengan kapasitas detak jantung yang menurun secara alami seiring bertambahnya usia. Namun, faktor-faktor seperti genetika, jenis kelamin, tingkat kebugaran, dan kesehatan secara keseluruhan juga memengaruhi nilai MHR individu. Inilah sebabnya mengapa menggunakan berbagai formula dan perhitungan khusus gender memberikan perkiraan yang lebih akurat.
Perbandingan Formula MHR
Kalkulator ini menggunakan enam formula yang divalidasi secara ilmiah, masing-masing dikembangkan dari populasi penelitian yang berbeda:
| Formula | Persamaan | Tahun | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| Tradisional (Fox-Haskell) | 220 − Usia | 1970 | Perkiraan cepat |
| Tanaka | 208 − (0,7 × Usia) | 2001 | Pria, semua usia |
| Gellish | 207 − (0,7 × Usia) | 2007 | Individu aktif |
| Gulati | 206 − (0,88 × Usia) | 2010 | Khusus wanita |
| Nes (Studi HUNT) | 211 − (0,64 × Usia) | 2013 | Dewasa sehat |
| Arena | 209,3 − (0,72 × Usia) | 2016 | Individu dengan berat badan berlebih |
Mengapa Formula 220 - Usia Sudah Ketinggalan Zaman
Formula tradisional dikembangkan pada tahun 1970 berdasarkan penelitian terbatas dan memiliki batasan yang signifikan:
- Melebih-lebihkan MHR pada lansia (60+ tahun)
- Meremehkan MHR pada individu muda yang bugar
- Tidak memperhitungkan perbedaan jenis kelamin
- Berdasarkan data observasi, bukan studi terkontrol
Formula modern seperti Tanaka (meta-analisis dari 351 studi) dan Gulati (penelitian khusus wanita) memberikan akurasi yang jauh lebih baik.
Memahami Zona Latihan Detak Jantung
Zona detak jantung membagi MHR Anda ke dalam rentang persentase, masing-masing menargetkan adaptasi fisiologis yang berbeda:
| Zona | Intensitas | % dari MHR | Manfaat | Rasa |
|---|---|---|---|---|
| Zona 1 | Pemulihan | 50-60% | Pemanasan, pendinginan, pemulihan aktif | Sangat mudah, percakapan penuh |
| Zona 2 | Bakar Lemak | 60-70% | Metabolisme lemak, pembangunan basis aerobik | Nyaman, bisa bicara dalam kalimat |
| Zona 3 | Aerobik | 70-80% | Kebugaran kardiovaskular, daya tahan | Upaya sedang, kalimat pendek |
| Zona 4 | Ambang Batas | 80-90% | Peningkatan kecepatan, ambang laktat | Upaya keras, hanya beberapa kata |
| Zona 5 | Maksimal | 90-100% | Tenaga maksimal, VO2 max | Upaya maksimal, tidak bisa bicara |
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Masukkan usia Anda: Usia Anda adalah faktor utama dalam perhitungan MHR. Hasil paling akurat untuk orang dewasa berusia 18-65 tahun.
- Pilih jenis kelamin biologis: Wanita menggunakan formula Gulati untuk akurasi optimal; pria menggunakan formula Tanaka.
- Pilih tingkat kebugaran Anda: Ini memengaruhi rekomendasi latihan yang Anda terima, bukan perhitungan MHR itu sendiri.
- Tinjau hasil Anda: Lihat MHR Anda dari berbagai formula, zona latihan yang dipersonalisasi, dan rekomendasi olahraga.
- Terapkan pada latihan: Gunakan monitor detak jantung selama latihan dan targetkan zona yang sesuai berdasarkan tujuan Anda.
Aplikasi Zona Latihan
Latihan Zona 2 (60-70% MHR)
Zona 2 adalah dasar dari latihan daya tahan. Zona "kecepatan percakapan" ini:
- Memaksimalkan pembakaran lemak sebagai sumber bahan bakar utama
- Membangun kepadatan mitokondria untuk produksi energi yang lebih baik
- Meningkatkan kapasitas aerobik tanpa kelelahan berlebih
- Ideal untuk lari jarak jauh, latihan dasar bersepeda, atau latihan pemulihan
Latihan Ambang Batas Zona 4 (80-90% MHR)
Latihan ambang batas meningkatkan ambang laktat Anda - titik di mana kelelahan meningkat pesat:
- Meningkatkan kecepatan yang dapat Anda pertahankan untuk waktu yang lama
- Meningkatkan ekonomi lari dan efisiensi bersepeda
- Paling baik dilakukan sebagai lari tempo atau interval
- Batasi hingga 1-2 sesi per minggu dengan pemulihan yang cukup
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Detak Jantung Maksimum (MHR)?
Detak Jantung Maksimum (MHR) adalah detak jantung tertinggi yang dapat dicapai seseorang selama aktivitas fisik maksimal. Ini digunakan untuk menghitung zona target detak jantung untuk intensitas latihan. MHR menurun seiring bertambahnya usia dan bervariasi berdasarkan genetika, jenis kelamin, dan tingkat kebugaran.
Formula MHR mana yang paling akurat?
Formula Tanaka (208 - 0,7 × usia) dianggap paling akurat untuk pria berdasarkan meta-analisis dari 351 studi. Untuk wanita, formula Gulati (206 - 0,88 × usia) memberikan akurasi yang lebih baik. Formula tradisional "220 - usia" cenderung melebih-lebihkan MHR pada orang dewasa yang lebih tua.
Apa itu zona latihan detak jantung?
Zona latihan detak jantung adalah rentang detak jantung sebagai persentase dari detak jantung maksimum Anda, yang digunakan untuk mengoptimalkan intensitas latihan. Zona 1 (50-60%) untuk pemulihan, Zona 2 (60-70%) untuk pembakaran lemak, Zona 3 (70-80%) untuk kebugaran aerobik, Zona 4 (80-90%) untuk latihan ambang batas, dan Zona 5 (90-100%) untuk performa maksimal.
Mengapa formula 220 minus usia sudah ketinggalan zaman?
Formula 220-usia, yang dikembangkan pada tahun 1970, didasarkan pada penelitian terbatas dan cenderung melebih-lebihkan MHR untuk orang dewasa yang lebih tua dan meremehkannya untuk orang yang lebih muda. Formula modern seperti Tanaka dan Gulati menggunakan kumpulan data yang lebih besar dan meta-analisis, memberikan prediksi yang lebih akurat di berbagai kelompok usia.
Bagaimana cara menggunakan zona detak jantung untuk latihan?
Gunakan Zona 2 (60-70% MHR) untuk membangun basis aerobik dan pembakaran lemak selama latihan yang lebih lama. Zona 3 (70-80%) meningkatkan daya tahan kardiovaskular. Zona 4 (80-90%) meningkatkan kecepatan dan ambang laktat selama latihan interval. Zona 5 (90-100%) untuk upaya singkat dan maksimal. Sebagian besar latihan harus dilakukan di Zona 2-3 dengan sesi sesekali di Zona 4-5.
Apakah MHR berbeda untuk pria dan wanita?
Ya, penelitian menunjukkan wanita biasanya memiliki pola MHR yang berbeda dari pria. Formula Gulati (206 - 0,88 × usia) dikembangkan secara khusus untuk wanita dan menunjukkan bahwa MHR wanita menurun lebih tajam seiring bertambahnya usia dibandingkan pria. Menggunakan formula khusus gender meningkatkan akurasi secara signifikan.
Pertimbangan Penting
- Variasi individu: Formula memberikan perkiraan; MHR sebenarnya dapat bervariasi sebesar ±10-12 BPM
- Obat-obatan: Beta-blocker dan beberapa obat memengaruhi respons detak jantung
- Pengujian kebugaran: Untuk MHR yang presisi, pertimbangkan tes latihan bertahap dengan penyedia layanan kesehatan
- Kondisi kesehatan: Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan intensif
Sumber Daya Tambahan
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Detak Jantung Maksimum" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-detak-jantung-maksimum/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 5 Feb 2026