Kalkulator Ukuran Posisi
Hitung ukuran posisi optimal untuk trading dengan manajemen risiko tingkat lanjut. Fitur termasuk dukungan posisi long/short, analisis rasio risiko-imbalan, grafik interaktif, dan rincian posisi komprehensif untuk saham, forex, dan kripto.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Ukuran Posisi
Selamat datang di Kalkulator Ukuran Posisi, alat online gratis komprehensif yang dirancang untuk membantu trader menghitung ukuran posisi optimal untuk perdagangan mereka dengan manajemen risiko yang tepat. Baik Anda memperdagangkan saham, forex, mata uang kripto, atau futures, kalkulator ini memastikan Anda tidak pernah mempertaruhkan lebih dari jumlah yang telah Anda tentukan pada satu perdagangan pun, melindungi modal Anda sambil memaksimalkan potensi trading Anda.
Apa itu Penentuan Ukuran Posisi dalam Trading?
Penentuan ukuran posisi (position sizing) adalah salah satu komponen paling kritis dari trading yang sukses, namun sering diabaikan oleh pemula. Penentuan ukuran posisi menentukan dengan tepat berapa banyak unit (saham, kontrak, lot) yang harus Anda beli atau jual dalam suatu perdagangan untuk memastikan bahwa jika stop loss Anda terpicu, Anda hanya kehilangan persentase tertentu dari akun trading Anda.
Penentuan ukuran posisi yang tepat adalah apa yang membedakan trader profesional dari amatir. Ini memastikan bahwa bahkan selama kekalahan beruntun yang tak terelakkan, akun Anda tetap utuh dan Anda dapat terus trading. Tanpa penentuan ukuran posisi yang tepat, bahkan strategi trading yang menguntungkan dapat menyebabkan kehancuran akun melalui manajemen risiko yang buruk.
Mengapa Penentuan Ukuran Posisi Itu Penting
Pertimbangkan dua trader dengan akun identik senilai Rp 10.000 dan strategi kemenangan yang sama dengan win rate 60%. Trader A mempertaruhkan 10% per perdagangan, sementara Trader B mempertaruhkan 2% per perdagangan. Setelah serangkaian 5 kekalahan berturut-turut (yang pada akhirnya akan terjadi pada trader mana pun):
- Trader A: Akun berkurang menjadi Rp 5.905 (kerugian 41%) - membutuhkan keuntungan 69% untuk pulih
- Trader B: Akun berkurang menjadi Rp 9.039 (kerugian 9,6%) - membutuhkan keuntungan 11% untuk pulih
Perbedaan drastis ini mengilustrasikan mengapa penentuan ukuran posisi sangat mendasar bagi kelangsungan hidup dan kesuksesan trading. Trader profesional tahu bahwa melindungi modal lebih penting daripada mengejar keuntungan.
Bagaimana Ukuran Posisi Dihitung
Rumus Penentuan Ukuran Posisi
Perhitungan ukuran posisi mengikuti pendekatan sistematis untuk memastikan risiko Anda dikendalikan dengan tepat:
Contoh Perhitungan:
- Saldo Akun: Rp 10.000
- Persentase Risiko: 1%
- Harga Entri: Rp 100
- Harga Stop Loss: Rp 95
Langkah 1: Jumlah Risiko = Rp 10.000 × (1% ÷ 100) = Rp 100
Langkah 2: Risiko Per Unit = |Rp 100 - Rp 95| = Rp 5
Langkah 3: Ukuran Posisi = Rp 100 ÷ Rp 5 = 20 saham
Ini berarti Anda harus membeli tepat 20 saham. Jika saham mencapai stop loss Rp 95 Anda, Anda akan kehilangan tepat Rp 100 (1% dari akun Anda), terlepas dari bagaimana performa perdagangan tersebut.
Memahami Posisi Long dan Short
Posisi Long (Beli)
Posisi long berarti Anda membeli aset dengan harapan harganya akan naik. Anda mendapat untung saat harga naik dan rugi saat harga turun. Untuk posisi long:
- Anda membeli pada harga entri
- Stop loss harus DI BAWAH harga entri (untuk membatasi risiko penurunan)
- Harga target (jika digunakan) harus DI ATAS harga entri
- Contoh: Beli saham pada Rp 100, stop loss pada Rp 95, target pada Rp 110
Posisi Short (Jual)
Posisi short berarti Anda menjual aset (seringkali meminjam) dengan harapan harganya akan turun. Anda mendapat untung saat harga turun dan rugi saat harga naik. Untuk posisi short:
- Anda menjual pada harga entri
- Stop loss harus DI ATAS harga entri (untuk membatasi risiko kenaikan)
- Harga target (jika digunakan) harus DI BAWAH harga entri
- Contoh: Jual saham pada Rp 100, stop loss pada Rp 105, target pada Rp 90
Pedoman Persentase Risiko
Berapa Banyak yang Harus Anda Pertaruhkan Per Perdagangan?
Persentase risiko yang Anda pilih sangat memengaruhi hasil trading dan umur panjang akun Anda. Berikut adalah pedoman standar yang digunakan oleh trader profesional:
- Konservatif (0,5-1%): Direkomendasikan untuk pemula dan pemeliharaan akun. Memungkinkan Anda menahan 100+ kekalahan beruntun sebelum akun terkuras. Memberikan ketenangan pikiran dan mengurangi stres emosional.
- Moderat (1-2%): Standar untuk trader berpengalaman dengan strategi yang terbukti. Menyeimbangkan potensi pertumbuhan dengan keamanan. Masih memungkinkan kekalahan beruntun yang signifikan tanpa penurunan besar (drawdown).
- Agresif (2-3%): Untuk trader yang sangat berpengalaman dengan win rate tinggi dan manajemen risiko yang kuat. Membutuhkan disiplin emosional dan sistem trading yang tangguh. Pertumbuhan lebih cepat tetapi potensi drawdown lebih tinggi.
- Berlebihan (>3%): Umumnya tidak direkomendasikan. Bahkan trader profesional jarang mempertaruhkan lebih dari 3% per perdagangan. Risiko tinggi kerugian besar selama kekalahan beruntun yang tak terelakkan.
Dampak Persentase Risiko pada Drawdown Akun
Berikut adalah bagaimana persentase risiko yang berbeda memengaruhi akun Anda selama 10 kekalahan beruntun (yang pada akhirnya akan terjadi):
- Risiko 0,5%: Akun berkurang menjadi 95,1% (4,9% drawdown)
- Risiko 1%: Akun berkurang menjadi 90,4% (9,6% drawdown)
- Risiko 2%: Akun berkurang menjadi 81,7% (18,3% drawdown)
- Risiko 3%: Akun berkurang menjadi 73,7% (26,3% drawdown)
- Risiko 5%: Akun berkurang menjadi 59,9% (40,1% drawdown)
Perhatikan betapa drastisnya drawdown meningkat seiring dengan peningkatan persentase risiko. Persentase risiko yang lebih rendah memberikan perlindungan yang jauh lebih baik selama periode sulit.
Analisis Rasio Risiko-Imbalan
Apa itu Rasio Risiko-Imbalan?
Rasio risiko-imbalan membandingkan potensi keuntungan perdagangan dengan potensi kerugiannya. Ini dihitung sebagai:
Misalnya, jika Anda mempertaruhkan Rp 5 per saham untuk potensi mendapatkan Rp 10 per saham, rasio risiko-imbalan Anda adalah 1:2 (pertaruhkan Rp 1 untuk mendapatkan Rp 2).
Mengapa Rasio Risiko-Imbalan Itu Penting
Rasio risiko-imbalan menentukan win rate apa yang Anda butuhkan untuk menjadi menguntungkan:
- Rasio 1:1: Butuh win rate 50%+ untuk untung
- Rasio 1:1,5: Butuh win rate 40%+ untuk untung
- Rasio 1:2: Butuh win rate 34%+ untuk untung
- Rasio 1:3: Butuh win rate 25%+ untuk untung
Kebanyakan trader profesional mencari rasio risiko-imbalan minimum 1:1,5 hingga 1:2. Ini berarti bahkan dengan win rate 50%, Anda sudah sangat menguntungkan. Rasio risiko-imbalan yang lebih baik memberikan margin kesalahan yang lebih besar dan mengurangi tekanan untuk memiliki win rate yang sangat tinggi.
Menetapkan Target yang Realistis
Meskipun rasio risiko-imbalan yang lebih tinggi menarik, target tersebut harus realistis berdasarkan kondisi pasar:
- Analisis pergerakan harga historis dan volatilitas
- Identifikasi tingkat support dan resistance utama
- Pertimbangkan kerangka waktu perdagangan Anda (day trade vs swing trade)
- Perhitungkan pergerakan harga tipikal di pasar pilihan Anda
- Hindari menetapkan target tidak realistis yang tidak mungkin tercapai
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Masukkan saldo akun: Masukkan total modal trading Anda. Ini harus berupa uang yang Anda mampu kehilangannya dan tidak termasuk dana yang dibutuhkan untuk biaya hidup.
- Tetapkan persentase risiko: Pilih berapa persentase akun Anda yang bersedia Anda pertaruhkan pada satu perdagangan ini. Mulailah dengan 1% jika Anda tidak yakin.
- Masukkan harga entri: Masukkan harga di mana Anda berencana masuk ke perdagangan (beli untuk long, jual untuk short).
- Masukkan harga stop loss: Masukkan tingkat stop loss Anda. Ini HARUS di bawah entri untuk posisi long, di atas entri untuk posisi short. Stop loss Anda harus ditempatkan pada tingkat teknis yang logis, bukan sembarangan.
- Masukkan harga target (opsional): Jika Anda memiliki target keuntungan, masukkan untuk menghitung rasio risiko-imbalan Anda. Target harus di atas entri untuk long, di bawah entri untuk short.
- Pilih tipe posisi: Pilih Long (Beli) jika Anda mengharapkan harga naik, atau Short (Jual) jika Anda mengharapkan harga turun.
- Coba contoh: Gunakan tombol contoh untuk melihat berbagai skenario trading termasuk saham, forex, dan posisi mata uang kripto.
- Hitung dan analisis: Klik "Hitung Ukuran Posisi" untuk melihat ukuran posisi optimal Anda, penilaian risiko, visualisasi interaktif, dan rincian langkah demi langkah.
Memahami Hasil Anda
Penjelasan Metrik Utama
- Ukuran Posisi: Jumlah unit yang tepat (saham, kontrak, lot) yang harus Anda perdagangkan. Ini adalah hasil terpenting Anda.
- Jumlah Risiko: Jumlah rupiah yang akan Anda hilangkan jika stop loss tercapai. Ini harus sesuai dengan toleransi risiko yang telah Anda tentukan sebelumnya.
- Risiko Per Unit: Seberapa besar setiap unit (saham/kontrak) bergerak berlawanan dengan Anda antara entri dan stop loss.
- Total Nilai Posisi: Total jumlah rupiah yang Anda investasikan dalam perdagangan ini (ukuran posisi × harga entri).
- Posisi sebagai % Akun: Berapa persentase dari total modal Anda yang dialokasikan untuk posisi ini. Penting untuk diversifikasi.
- Tingkat Risiko: Penilaian risiko Anda berdasarkan persentase risiko dan ukuran posisi (Rendah/Sedang/Tinggi).
- Potensi Kerugian: Kerugian maksimum jika stop loss tercapai (harus sama dengan jumlah risiko Anda).
- Potensi Keuntungan: Estimasi keuntungan jika harga target tercapai (hanya ditampilkan jika target diberikan).
- Rasio Risiko-Imbalan: Perbandingan potensi keuntungan terhadap potensi kerugian (hanya ditampilkan jika target diberikan).
Visualisasi Interaktif
Kalkulator menyediakan visualisasi Chart.js yang intuitif untuk membantu Anda memahami pengaturan perdagangan Anda:
- Visualisasi Tingkat Harga: Grafik batang vertikal yang menampilkan dengan jelas stop loss, harga entri, dan harga target (jika disediakan) dalam urutan naik/turun berdasarkan tipe posisi. Gradien visual dari risiko (merah) ke entri (ungu) ke imbalan (hijau) membuatnya langsung jelas di mana posisi perdagangan Anda berdiri. Untuk posisi long, batang naik dari stop loss ke target. Untuk posisi short, batang disusun sedemikian rupa untuk menunjukkan hubungan sebaliknya.
- Analisis ROI Risiko vs Imbalan: Grafik batang vertikal yang membandingkan kerugian maksimum dengan keuntungan maksimum dalam nilai rupiah. Judul grafik menampilkan persentase Return on Investment (ROI) dan rasio risiko-imbalan Anda (misalnya, 1:2 berarti Anda mempertaruhkan Rp 1 untuk potensi mendapatkan Rp 2). Visualisasi ini hanya ditampilkan ketika Anda memberikan harga target dan membantu Anda menilai dengan cepat apakah perdagangan menawarkan potensi keuntungan yang cukup relatif terhadap risikonya.
Strategi Penentuan Ukuran Posisi Lanjutan
Penentuan Ukuran Posisi Fraksional Tetap
Ini adalah metode yang digunakan oleh kalkulator ini - mempertaruhkan persentase tetap dari akun Anda pada setiap perdagangan. Seiring pertumbuhan akun Anda, ukuran posisi Anda meningkat secara otomatis, dan saat akun menyusut, ukuran posisi menurun secara otomatis. Ini memberikan perlindungan modal bawaan.
Penentuan Ukuran Posisi Rasio Tetap
Tingkatkan ukuran posisi hanya setelah mencapai tingkat keuntungan tertentu. Misalnya, tambah satu unit untuk setiap keuntungan Rp 1.000. Lebih konservatif daripada fraksional tetap.
Kriteria Kelly
Rumus matematika yang menghitung ukuran posisi optimal berdasarkan win rate Anda dan rata-rata rasio win/loss: f = (bp - q) ÷ b, di mana p adalah probabilitas menang, q adalah probabilitas kalah (1-p), dan b adalah rasio win/loss. Umumnya terlalu agresif bagi kebanyakan trader dan membutuhkan statistik yang tepat.
Penentuan Ukuran Posisi yang Disesuaikan Volatilitas
Sesuaikan ukuran posisi berdasarkan volatilitas pasar. Gunakan posisi yang lebih kecil di pasar yang sangat volatil dan posisi yang lebih besar di pasar yang stabil. Membantu menjaga risiko rupiah yang konsisten di berbagai kondisi pasar.
Kesalahan Umum Penentuan Ukuran Posisi yang Harus Dihindari
- Mengabaikan penentuan ukuran posisi sepenuhnya: Banyak pemula trading dengan ukuran posisi acak berdasarkan "perasaan" daripada perhitungan. Ini adalah judi, bukan trading.
- Mempertaruhkan terlalu banyak per perdagangan: Mempertaruhkan 5-10% atau lebih per perdagangan menyebabkan terkurasnya akun dengan cepat selama kekalahan beruntun yang tak terelakkan.
- Tidak menyesuaikan dengan volatilitas: Menggunakan ukuran posisi yang sama di pasar kripto yang volatil dengan saham blue-chip yang stabil mengekspos Anda pada risiko yang sangat berbeda.
- Memindahkan stop loss untuk mengakomodasi posisi yang lebih besar: Jangan pernah menyesuaikan stop loss teknis Anda hanya untuk memperdagangkan ukuran posisi yang lebih besar. Stop loss Anda harus didasarkan pada struktur pasar, bukan keinginan ukuran posisi.
- Gagal memperhitungkan posisi yang berkorelasi: Memiliki beberapa posisi terbuka pada aset yang berkorelasi (misalnya, beberapa saham teknologi) secara efektif meningkatkan risiko Anda melampaui apa yang disarankan oleh ukuran posisi Anda.
- Revenge trading dengan ukuran yang lebih besar: Setelah rugi, beberapa trader meningkatkan ukuran posisi untuk "mengembalikannya lebih cepat." Ini melanggar manajemen risiko dan seringkali menyebabkan kerugian yang lebih besar lagi.
- Mengabaikan komisi dan slippage: Risiko aktual Anda mencakup biaya trading. Perhitungkan ini dalam perhitungan risiko Anda, terutama untuk day trading.
Penentuan Ukuran Posisi untuk Pasar yang Berbeda
Trading Saham
Penentuan ukuran posisi untuk saham sangatlah mudah menggunakan jumlah saham. Pertimbangkan:
- Biaya komisi (meskipun kebanyakan broker sekarang menawarkan trading bebas komisi)
- Batasan odd lot (meskipun sekarang kurang umum)
- Ukuran tick minimum dan biaya spread
- Volume harian rata-rata (hindari saham yang tidak likuid di mana posisi besar memengaruhi harga)
Trading Forex
Forex menggunakan lot sebagai unit ukuran posisi:
- Lot standar: 100.000 unit mata uang dasar
- Lot mini: 10.000 unit
- Lot mikro: 1.000 unit
- Lot nano: 100 unit
Hitung ukuran posisi dalam unit, lalu konversikan ke ukuran lot yang sesuai. Perhitungkan leverage dan persyaratan margin. Pergerakan harga 1% di forex dapat mewakili keuntungan atau kerugian yang signifikan dengan leverage.
Trading Mata Uang Kripto
Pasar kripto sangat volatil, membutuhkan kehati-hatian ekstra:
- Pertimbangkan untuk menggunakan persentase risiko yang lebih rendah (0,5-1%) karena volatilitas yang tinggi
- Perhitungkan biaya pertukaran (seringkali lebih tinggi daripada pasar tradisional)
- Waspadai slippage pada altcoin yang kurang likuid
- Banyak mata uang kripto memungkinkan unit pecahan untuk ukuran posisi apa pun
- Trading 24/7 berarti risiko gap lebih rendah tetapi volatilitas dapat melonjak secara tidak terduga
Trading Futures dan Options
Instrumen derivatif ini memiliki pertimbangan unik:
- Kontrak berjangka (futures) distandarisasi - ukuran posisi harus dalam kontrak utuh
- Perhitungkan pengganda kontrak (misalnya, E-mini S&P 500 = 50 USD per poin)
- Persyaratan margin bervariasi menurut kontrak dan broker
- Opsi (options) memerlukan perhitungan berdasarkan delta dan skenario potensi kerugian
- Pertimbangkan skenario kerugian maksimum, terutama dengan opsi spread
Hubungan Antara Ukuran Posisi dan Psikologi
Trading dengan Risiko yang Nyaman
Penentuan ukuran posisi secara langsung memengaruhi psikologi trading. Jika posisi Anda terlalu besar relatif terhadap tingkat kenyamanan Anda, Anda akan:
- Keluar dari perdagangan yang menang terlalu dini karena takut
- Menahan perdagangan yang kalah terlalu lama dengan harapan mereka pulih
- Mengambil keputusan impulsif berdasarkan emosi daripada strategi
- Mengalami stres dan kecemasan yang merusak pengambilan keputusan
- Melanggar rencana trading Anda selama fluktuasi pasar normal
Penentuan ukuran posisi yang tepat menjaga risiko pada tingkat di mana Anda dapat mengeksekusi rencana trading Anda secara rasional dan terpisah secara emosional dari hasil perdagangan individu.
Uji "Tidur Nyenyak"
Ukuran posisi yang baik adalah yang memungkinkan Anda tidur nyenyak di malam hari. Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus memeriksa posisi, kurang tidur, atau merasa cemas, ukuran posisi Anda terlalu besar terlepas dari apa yang disarankan oleh perhitungan. Turunkan skala sampai Anda dapat trading dengan ketenangan emosional.
Manajemen Risiko Selain Penentuan Ukuran Posisi
Meskipun penentuan ukuran posisi sangat penting, itu hanyalah satu komponen dari manajemen risiko yang komprehensif:
- Batas kerugian harian maksimum: Berhenti trading jika Anda kehilangan persentase tertentu dalam satu hari (misalnya, 3% akun).
- Posisi bersamaan maksimum: Batasi berapa banyak perdagangan yang Anda buka secara bersamaan untuk menghindari eksposur berlebih.
- Analisis korelasi: Hindari beberapa posisi yang sangat berkorelasi yang menciptakan risiko konsentrasi tersembunyi.
- Peninjauan strategi secara berkala: Analisis hasil trading Anda secara berkala untuk memastikan keunggulan Anda tetap utuh.
- Perhitungkan peristiwa black swan: Jangan pernah mempertaruhkan begitu banyak sehingga satu peristiwa tak terduga dapat menghancurkan Anda.
- Pertahankan cadangan yang cukup: Simpan dana darurat terpisah dari modal trading.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu penentuan ukuran posisi dalam trading?
Penentuan ukuran posisi (position sizing) adalah proses menentukan berapa banyak unit (saham, kontrak, lot) yang akan dibeli atau dijual dalam suatu perdagangan. Penentuan ukuran posisi yang tepat memastikan bahwa jika stop loss Anda terpicu, Anda hanya kehilangan persentase akun yang telah ditentukan sebelumnya (biasanya 1-2%). Ini adalah teknik manajemen risiko fundamental yang melindungi trader dari kerugian besar sambil memungkinkan profitabilitas jangka panjang yang konsisten.
Bagaimana cara menghitung ukuran posisi?
Ukuran posisi dihitung menggunakan rumus: Ukuran Posisi = (Saldo Akun × Persentase Risiko) ÷ (Harga Entri - Harga Stop Loss). Pertama, hitung jumlah risiko dengan mengalikan saldo akun Anda dengan persentase risiko Anda. Kemudian, tentukan risiko per unit dengan mencari selisih antara harga entri dan harga stop loss. Terakhir, bagi jumlah risiko dengan risiko per unit untuk mendapatkan jumlah unit yang akan diperdagangkan.
Berapa persentase risiko yang baik per perdagangan?
Kebanyakan trader profesional mempertaruhkan antara 1-2% dari akun mereka per perdagangan. Mempertaruhkan 1% dianggap konservatif dan memungkinkan Anda untuk menahan kekalahan beruntun yang panjang tanpa penurunan saldo akun yang signifikan. Mempertaruhkan 2% lebih agresif tetapi masih dapat dikelola. Mempertaruhkan lebih dari 3-5% per perdagangan umumnya dianggap berlebihan dan dapat menyebabkan terkurasnya akun dengan cepat selama kekalahan beruntun. Jangan pernah mempertaruhkan uang yang Anda tidak mampu kehilangannya.
Apa perbedaan antara posisi long dan short?
Posisi long berarti Anda membeli aset dengan harapan harganya akan naik. Anda mendapat untung saat harga naik dan rugi saat harga turun. Untuk posisi long, stop loss harus berada di bawah harga entri. Posisi short berarti Anda menjual aset (seringkali meminjam) dengan harapan harganya akan turun. Anda mendapat untung saat harga turun dan rugi saat harga naik. Untuk posisi short, stop loss harus berada di atas harga entri.
Apa itu rasio risiko-imbalan?
Rasio risiko-imbalan (risk-reward ratio) membandingkan potensi keuntungan perdagangan dengan potensi kerugiannya. Ini dihitung sebagai (Harga Target - Harga Entri) ÷ (Harga Entri - Harga Stop Loss) untuk posisi long. Rasio 1:2 berarti Anda mempertaruhkan Rp 1 untuk potensi mendapatkan Rp 2. Kebanyakan trader mencari rasio risiko-imbalan minimum 1:1,5 hingga 1:2, yang berarti potensi keuntungan harus setidaknya 1,5-2 kali potensi kerugian. Ini memungkinkan Anda untuk tetap untung bahkan dengan win rate di bawah 50%.
Bagaimana ukuran posisi mempengaruhi risiko portofolio?
Ukuran posisi secara langsung berdampak pada risiko portofolio dan alokasi modal. Ukuran posisi yang lebih besar relatif terhadap akun Anda meningkatkan potensi keuntungan dan potensi kerugian. Ukuran posisi sebagai persentase akun Anda menunjukkan seberapa banyak modal yang berkomitmen pada satu perdagangan. Trader konservatif biasanya menjaga ukuran posisi di bawah 10-15% dari total nilai akun untuk menjaga diversifikasi dan mengurangi risiko konsentrasi, bahkan ketika risiko aktual per perdagangan hanya 1-2%.
Haruskah saya menggunakan ukuran posisi yang sama untuk semua perdagangan?
Tidak. Meskipun Anda harus mempertaruhkan persentase yang sama (misalnya, 1%) pada setiap perdagangan, ukuran posisi aktual (jumlah unit) akan bervariasi berdasarkan jarak ke stop loss Anda. Stop loss yang lebih lebar membutuhkan ukuran posisi yang lebih kecil untuk mempertahankan risiko rupiah yang sama. Inilah inti dari penentuan ukuran posisi - menyesuaikan kuantitas berdasarkan pengaturan perdagangan tertentu sambil menjaga risiko tetap konstan.
Bagaimana jika ukuran posisi yang dihitung membutuhkan lebih banyak uang daripada yang saya miliki?
Jika total nilai posisi melebihi saldo akun Anda, stop loss Anda terlalu ketat relatif terhadap harga entri untuk ukuran akun dan persentase risiko Anda. Anda memiliki tiga pilihan: (1) memperlebar stop loss Anda ke tingkat teknis yang lebih tepat, (2) mengurangi persentase risiko Anda, atau (3) melewati perdagangan ini dan mencari pengaturan yang lebih baik dengan parameter risiko yang lebih menguntungkan.
Seberapa sering saya harus menghitung ulang ukuran posisi saya?
Hitung ulang ukuran posisi untuk setiap perdagangan. Seiring fluktuasi saldo akun Anda, ukuran posisi Anda harus menyesuaikan. Dengan penentuan ukuran posisi fraksional tetap, perdagangan yang menang secara otomatis memungkinkan posisi yang lebih besar (seiring pertumbuhan akun Anda), sementara perdagangan yang kalah secara otomatis mengurangi posisi (melindungi modal yang tersisa). Beberapa trader menghitung ulang berdasarkan saldo akun mingguan atau bulanan untuk memperhalus variasi harian.
Sumber Daya Tambahan
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang penentuan ukuran posisi dan manajemen risiko:
- Penentuan Ukuran Posisi - Wikipedia
- Cara Menentukan Ukuran Posisi - Investopedia
- Penentuan Ukuran Posisi di Forex - BabyPips
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Ukuran Posisi" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-ukuran-posisi/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 04 Jan 2026