Sejak 2010 · Mendukung 2 juta+ penggunaan alat setiap bulan
Sejak 2010
Tambahkan ke Chrome

Kotak Alat Saya

Mode Otomatis

Belum ada alat yang disimpan.

Tingkatkan ke Versi Premium
Alat terkait
Kalkulator Hukum KosinusPemecah Soal CampuranUrutkan Teks Berdasarkan PanjangnyaKalkulator Diskon Persen
Beranda > Beragam > Kalkulator kimia
 

Kalkulator Hukum Beer-Lambert

Selesaikan hukum Beer-Lambert A = elc untuk absorbansi, absorptivitas molar, panjang lintasan, atau konsentrasi. Mengubah absorbansi jadi persen transmitansi, menggambar kuvet animasi, memplot garis kalibrasi, dan menandai bacaan tak andal.

Gratis digunakanTidak perlu mendaftarHasil instan
Kalkulator Hukum Beer-LambertCoba sekarang — gratis ▼
Contoh cepat — klik untuk mengisi formulir, lalu tekan tombol Hitung:
🎯 Menghitung untuk: Absorbansi (A)
Tanpa dimensi (tidak memiliki satuan).
Dalam satuan M⁻¹cm⁻¹ (L mol⁻¹ cm⁻¹).
Kuvet standar berukuran 1 cm.

Embed Kalkulator Hukum Beer-Lambert Widget

Tentang Kalkulator Hukum Beer-Lambert

Kalkulator Hukum Beer-Lambert menyelesaikan persamaan A = εlc untuk variabel apa pun yang Anda butuhkan — baik absorbansi, absorptivitas molar, panjang lintasan, atau konsentrasi. Ini adalah alat bantu utama dalam spektrofotometri UV-Vis: cukup masukkan tiga nilai yang Anda ketahui dan kalkulator akan memberikan nilai keempat, mengubah absorbansi Anda menjadi persen transmitansi, menggambarkan berkas cahaya yang melewati kuvet, dan menampilkan grafik garis kalibrasi agar Anda dapat memahami Hukum Beer secara langsung dalam sekali pengamatan.

Apa itu Hukum Beer-Lambert?

Hukum Beer-Lambert (juga sering disebut Hukum Beer) menjelaskan bagaimana cahaya diserap ketika melewati suatu larutan. Hukum ini menyatakan bahwa absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi zat yang menyerap cahaya serta jarak yang ditempuh oleh cahaya saat melewati larutan tersebut. Semakin pekat konsentrasi sampel, atau semakin panjang lintasan yang dilalui, maka semakin banyak cahaya yang diserap dan semakin sedikit cahaya yang diteruskan.

Hukum Beer-Lambert
$$A = \varepsilon \, l \, c$$

Arti dari Setiap Variabel

A Absorbansi

Ukuran tanpa dimensi yang menunjukkan seberapa banyak cahaya yang diserap oleh sampel. Nilai A = 1 berarti hanya seperpuluh bagian cahaya yang berhasil lolos.

ε Absorptivitas Molar

Menunjukkan seberapa kuat satu mol zat menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu, dalam satuan M−1cm−1. Nilai ini konstan untuk setiap senyawa dan panjang gelombang tertentu.

l Panjang Lintasan

Jarak yang ditempuh cahaya saat melewati sampel, dalam satuan cm. Kuvet standar umumnya memiliki lebar tepat 1 cm.

c Konsentrasi

Konsentrasi molar dari zat yang menyerap cahaya, dalam satuan mol/L (M). Variabel ini paling sering menjadi nilai yang ingin dicari.

Empat Variasi Rumus Turunan

Karena rumus A = εlc memiliki empat variabel, persamaan yang sama dapat diubah ke dalam empat susunan berbeda. Kalkulator ini menangani semuanya secara otomatis:

Menghitung variabel yang tidak diketahui
$$A = \varepsilon l c \qquad \varepsilon = \frac{A}{l c} \qquad l = \frac{A}{\varepsilon c} \qquad c = \frac{A}{\varepsilon l}$$

Absorbansi dan Transmitansi

Spektrofotometer sebenarnya mengukur nilai transmitansi — yaitu fraksi atau bagian cahaya yang berhasil lolos melewati sampel — lalu mengubahnya menjadi nilai absorbansi. Keduanya dihubungkan secara logaritmik melalui hubungan berikut:

Absorbansi ↔ Transmitansi
$$A = -\log_{10}(T) \qquad T = 10^{-A} \qquad \%T = 100 \times 10^{-A}$$

Hubungan logaritmik ini merupakan konsep penting yang sering kali terlewat oleh banyak pelajar: setiap kenaikan satu unit utuh nilai absorbansi berarti cahaya yang berhasil lewat berkurang sepuluh kali lipat. Nilai A = 0 meneruskan 100% cahaya, A = 1 meneruskan 10% cahaya, dan A = 2 hanya meneruskan 1% cahaya saja.

Absorbansi (A)Transmitansi (%T)Cahaya yang DiserapTingkat Keandalan
0.0100%0%Blanko / tidak ada sinyal
0.179.4%20.6%Batas bawah rentang akurat
0.350.1%49.9%Sangat Baik
0.531.6%68.4%Sangat Baik
1.010.0%90.0%Batas atas rentang akurat
2.01.0%99.0%Terlalu pekat — lakukan pengenceran
3.00.1%99.9%Tidak andal

Mengapa Garis Kalibrasi Sangat Penting

Karena nilai absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi, grafik plot antara A terhadap c akan membentuk garis lurus yang melewati titik asal (nol) dengan tingkat kemiringan (slope) sebesar εl. Di laboratorium, Anda biasanya mengukur beberapa larutan standar dengan konsentrasi yang sudah diketahui, menarik garis kalibrasi ini, lalu menentukan konsentrasi sampel yang tidak diketahui langsung dari grafik tersebut. Kalkulator kami menggambarkan garis ini berdasarkan nilai-nilai Anda dan menandai titik posisi Anda pada grafik, lengkap dengan arsiran pada area rentang yang andal (A ≤ 1).

Berapa Nilai Pembacaan Absorbansi yang Baik?

Sebagian besar spektrofotometer meja memiliki tingkat akurasi paling tinggi ketika nilai absorbansi berada di antara rentang 0.1 hingga 1.0. Di bawah nilai 0.1, sinyal berada sangat dekat dengan batas noise dasar instrumen; sedangkan di atas nilai sekitar 2.0, intensitas cahaya yang mencapai detektor sudah terlalu sedikit sehingga pengaruh cahaya asing menjadi dominan dan hasil pembacaan menjadi tidak andal lagi. Jika absorbansi Anda terlalu tinggi, Anda disarankan untuk mengencerkan sampel atau menggunakan kuvet dengan panjang lintasan yang lebih pendek kemudian melakukan pengukuran ulang.

Kapan Hukum Beer Tidak Berlaku Lagi?

Hukum Beer-Lambert mengasumsikan larutan yang diuji bersifat encer, cahaya yang digunakan benar-benar monokromatik, dan tidak terjadi interaksi antar molekul yang menyerap cahaya. Pada tingkat konsentrasi yang tinggi, asumsi-asumsi tersebut tidak dapat terpenuhi lagi: molekul-molekul mulai saling berinteraksi, indeks bias larutan mengalami pergeseran, dan efek cahaya asing menjadi signifikan. Akibatnya, garis kalibrasi akan melengkung dan tidak lagi membentuk garis lurus — kondisi ini disebut sebagai deviasi atau penyimpangan Hukum Beer dan menjadi alasan utama mengapa kita harus menjaga nilai absorbansi tetap berada dalam rentang yang direkomendasikan.

Cara Menggunakan Kalkulator Ini

  1. Pilih variabel yang ingin dicari: Tentukan pilihan antara absorbansi, absorptivitas molar, panjang lintasan, atau konsentrasi. Kolom pilihan tersebut akan disembunyikan dan tiga kolom lainnya akan menjadi area input data Anda.
  2. Masukkan nilai yang diketahui: Isi tiga nilai kuantitas yang Anda ketahui, lalu pastikan Anda telah memilih unit satuan yang sesuai untuk konsentrasi (M, mM, µM, nM) serta panjang lintasan (cm atau mm).
  3. Klik Hitung: Alat bantu ini akan menyelesaikan perhitungan rumus Hukum Beer-Lambert untuk mencari variabel yang tidak diketahui tersebut.
  4. Tinjau hasil perhitungan: Anda dapat melihat hasil jawaban, nilai persen transmitansi, tampilan diagram animasi pada kuvet, visualisasi garis kalibrasi, serta rincian perhitungan langkah demi langkah yang lengkap.

Contoh Soal Pembahasan

NADH diketahui menyerap cahaya dengan kuat pada panjang gelombang 340 nm dengan nilai absorptivitas molar ε = 6220 M−1cm−1. Untuk pengujian larutan dengan konsentrasi 100 µM (1×10−4 mol/L) menggunakan kuvet standar berukuran 1 cm, nilai absorbansinya adalah A = 6220 × 1 × 1×10−4 = 0.622, nilai ini setara dengan transmitansi sekitar 23.9% — sebuah hasil yang berada aman di dalam rentang pengukuran yang andal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan Hukum Beer-Lambert?

Hukum Beer-Lambert menyatakan bahwa absorbansi cahaya oleh suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi zat yang menyerap cahaya dan panjang lintasan yang ditempuh cahaya saat melewati sampel. Rumusnya ditulis sebagai A = εlc, di mana A adalah absorbansi, ε adalah absorptivitas molar, l is panjang lintasan dalam sentimeter, dan c adalah konsentrasi dalam mol per liter.

Bagaimana cara menghitung konsentrasi dari nilai absorbansi?

Ubah susunan rumus Hukum Beer-Lambert menjadi c = A / (εl). Bagilah nilai absorbansi yang terukur dengan hasil kali antara absorptivitas molar dan panjang lintasan. Sebagai contoh, jika A = 0.45, ε = 6220 M−1cm−1, dan l = 1 cm, maka konsentrasinya adalah 0.45 / 6220 = 7.23×10−5 mol/L, atau sekitar 72.3 µM.

Apa satuan dari absorptivitas molar?

Absorptivitas molar (juga disebut sebagai koefisien ekstingsi molar) memiliki satuan M−1cm−1, yang setara dengan L mol−1cm−1. Satuan-satuan ini membuat nilai absorbansi menjadi tidak berdimensi ketika dikalikan dengan konsentrasi dalam mol/L dan panjang lintasan dalam cm.

Bagaimana hubungan antara absorbansi dan transmitansi?

Absorbsi dan transmitansi dihubungkan oleh rumus A = −log₁₀(T), atau secara ekuivalen T = 10−A. Nilai absorbansi sebesar 1 berarti 10% cahaya dapat lewat (90% diserap); absorbansi sebesar 2 berarti hanya 1% cahaya yang dapat lewat. Setiap kenaikan satu unit utuh absorbansi akan mengurangi cahaya yang diteruskan sebanyak sepuluh kali lurus.

Rentang absorbansi mana yang paling akurat?

Sebagian besar spektrofotometer meja paling akurat untuk nilai absorbansi antara sekitar 0.1 hingga 1.0. Di bawah 0.1, sinyal terlalu dekat dengan noise dasar instrumen, dan di atas sekitar 2.0, cahaya yang mencapai detektor sangat sedikit sehingga hasil pembacaan menjadi tidak andal. Jika absorbansi Anda terlalu tinggi, encerkan sampel atau gunakan panjang lintasan yang lebih pendek.

Kapan Hukum Beer-Lambert tidak berlaku lagi?

Hukum ini mengasumsikan larutan encer, cahaya monokromatik, dan tidak adanya interaksi antar molekul yang menyerap cahaya. Pada konsentrasi tinggi, hubungan antara absorbansi dan konsentrasi menjadi tidak linier karena adanya interaksi molekuler, perubahan indeks bias, dan cahaya asing, sehingga garis kalibrasi akan melengkung dan tidak lagi membentuk garis lurus.

Sumber Informasi Tambahan

Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:

"Kalkulator Hukum Beer-Lambert" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-hukum-beer-lambert/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/

oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 30 Juni 2026

Kalkulator kimia:

Alat populer dan terbaru:

Kalkulator Hukum SnellKalkulator Waktu Pendinginan BirKalkulator Hukum CoulombLihat semua →
Beranda > Beragam > Kalkulator kimia > Kalkulator Hukum Beer-Lambert