Kalkulator Pengganda Sewa Kotor
Hitung Gross Rent Multiplier (GRM) untuk analisis investasi real estat. Termasuk estimasi nilai wajar, perbandingan pasar, rincian rumus langkah demi langkah, dan sistem peringkat investasi.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Pengganda Sewa Kotor
Selamat datang di Kalkulator Pengganda Sewa Kotor, alat analisis investasi real estat komprehensif yang menghitung GRM dan memberikan perkiraan nilai wajar, peringkat investasi, serta perhitungan langkah demi langkah. Baik Anda sedang mengevaluasi properti sewaan, membandingkan peluang investasi, atau menentukan harga penawaran yang tepat, kalkulator ini memberikan analisis tingkat profesional untuk pengambilan keputusan yang tepat.
Apa itu Gross Rent Multiplier (GRM)?
Gross Rent Multiplier (GRM) atau Pengganda Sewa Kotor adalah metrik penilaian real estat yang mengukur rasio antara harga properti dan pendapatan sewa kotor tahunannya. Ini memberikan cara cepat untuk membandingkan properti investasi dan memperkirakan berapa tahun pendapatan sewa yang dibutuhkan untuk menutup harga pembelian.
Sebagai contoh, properti seharga $300.000 yang menghasilkan sewa $24.000 per tahun memiliki GRM 12,5, yang berarti dibutuhkan 12,5 tahun sewa kotor untuk menyamai harga properti tersebut.
Memahami Nilai GRM
Interpretasi GRM tergantung pada tujuan investasi Anda dan kondisi pasar lokal:
| Rentang GRM | Peringkat | Interpretasi |
|---|---|---|
| ≤ 8 | Sangat Baik | Arus kas kuat, properti terbayar dengan cepat |
| 8 - 12 | Baik | Pendapatan sewa yang solid relatif terhadap harga |
| 12 - 16 | Rata-rata | Imbal hasil moderat, umum di pasar yang stabil |
| 16 - 20 | Di Bawah Rata-rata | Arus kas lebih rendah, mungkin mengandalkan apresiasi |
| > 20 | Tinggi | Harga premium, tipikal di area perkotaan dengan permintaan tinggi |
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Masukkan harga properti: Input harga jual atau harga yang diminta dari properti yang Anda evaluasi.
- Masukkan pendapatan sewa: Berikan pendapatan sewa kotor bulanan atau tahunan. Jika properti kosong, gunakan perkiraan sewa pasar untuk properti yang sebanding.
- Pilih periode sewa: Pilih apakah Anda memasukkan sewa bulanan atau tahunan.
- Hitung dan analisis: Tinjau hasil GRM Anda beserta peringkat investasi, perbandingan nilai wajar, dan rincian langkah demi langkah.
GRM vs Cap Rate: Apa Perbedaannya?
Baik GRM maupun Capitalization Rate (Cap Rate) digunakan untuk mengevaluasi investasi real estat, tetapi keduanya melayani tujuan yang berbeda:
| Fitur | GRM | Cap Rate |
|---|---|---|
| Pendapatan yang Digunakan | Pendapatan sewa kotor | Pendapatan Operasional Neto (NOI) |
| Mempertimbangkan Biaya | Tidak | Ya |
| Rumus | Harga ÷ Sewa Kotor | NOI ÷ Harga × 100% |
| Terbaik Untuk | Perbandingan cepat | Analisis mendalam |
| Data yang Dibutuhkan | Minimal | Rincian biaya |
Kapan menggunakan GRM: Perbandingan properti cepat, penyaringan investasi potensial, pasar di mana biaya operasional serupa di berbagai properti.
Kapan menggunakan Cap Rate: Analisis investasi terperinci, properti dengan rasio pengeluaran yang bervariasi, keputusan pembelian akhir.
Menghitung Nilai Properti Wajar Menggunakan GRM
Anda dapat membalikkan rumus GRM untuk memperkirakan harga properti yang wajar berdasarkan pendapatan sewa:
Kalkulator ini memberikan estimasi nilai wajar pada tingkat GRM yang berbeda (8, 10, 12, 15, dan 20) sehingga Anda dapat melihat berapa nilai properti tersebut dalam berbagai kondisi pasar.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi GRM
Faktor Pasar
- Lokasi: Lokasi perkotaan utama biasanya memiliki GRM yang lebih tinggi karena potensi apresiasi
- Pasokan dan permintaan: Area dengan permintaan tinggi dengan pasokan terbatas cenderung memiliki GRM lebih tinggi
- Kondisi ekonomi: Ekonomi lokal yang kuat dapat mendukung harga properti yang lebih tinggi relatif terhadap sewa
- Suku bunga: Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong harga properti (dan GRM) naik karena lebih banyak pembeli masuk ke pasar
Faktor Properti
- Kondisi properti: Properti yang terawat baik sering kali mendapatkan harga premium
- Tipe properti: Rumah keluarga tunggal, kondominium, dan unit multi-keluarga memiliki GRM tipikal yang berbeda
- Fasilitas: Properti dengan fitur yang diinginkan mungkin memiliki GRM yang lebih tinggi
- Usia dan konstruksi: Properti yang lebih baru mungkin memiliki ekspektasi biaya pemeliharaan yang lebih rendah
Keterbatasan GRM
- Mengabaikan biaya operasional: GRM tidak memperhitungkan pajak properti, asuransi, pemeliharaan, atau biaya manajemen
- Tidak ada pertimbangan kekosongan: Mengasumsikan hunian 100%, yang jarang tercapai
- Variasi pasar: GRM yang tepat sangat bervariasi berdasarkan lokasi dan tipe properti
- Biaya pembiayaan: Tidak mempertimbangkan bunga hipotek atau persyaratan pinjaman
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Gross Rent Multiplier (GRM)?
Gross Rent Multiplier (GRM) adalah metrik penilaian real estat yang membandingkan harga properti dengan pendapatan sewa kotor tahunannya. Rumusnya adalah GRM = Harga Properti ÷ Pendapatan Sewa Kotor Tahunan. Ini mewakili berapa tahun sewa yang diperlukan untuk melunasi harga properti, membantu investor membandingkan peluang investasi dengan cepat.
Berapa GRM yang bagus untuk properti investasi?
Umumnya, GRM 4-7 dianggap sangat baik, 8-12 baik, dan 12-16 rata-rata. Namun, GRM yang baik bervariasi menurut pasar: area urban sering memiliki GRM 15-25+ karena potensi apresiasi yang lebih tinggi, sementara area pedesaan mungkin 4-8. Selalu bandingkan GRM dalam pasar dan tipe properti yang sama untuk analisis yang bermakna.
Bagaimana cara menghitung GRM dari sewa bulanan?
Untuk menghitung GRM dari sewa bulanan, pertama-tama kalikan sewa bulanan dengan 12 untuk mendapatkan pendapatan sewa kotor tahunan, lalu bagi harga properti dengan jumlah tahunan ini. Contoh: jika sewa bulanan adalah $2.000 dan harga properti $300.000, maka Sewa Tahunan = $2.000 × 12 = $24.000, dan GRM = $300.000 ÷ $24.000 = 12,5.
Apa perbedaan antara GRM dan Cap Rate?
GRM menggunakan pendapatan sewa kotor (sebelum pengeluaran), menjadikannya lebih mudah dihitung tetapi kurang akurat. Cap Rate menggunakan Pendapatan Operasional Neto (setelah pengeluaran operasional), memberikan gambaran profitabilitas yang lebih lengkap. GRM lebih baik untuk perbandingan cepat; Cap Rate lebih baik untuk analisis investasi yang mendalam.
Mengapa beberapa daerah memiliki GRM lebih tinggi dari yang lain?
GRM yang lebih tinggi biasanya menunjukkan bahwa harga properti tinggi dibandingkan dengan pendapatan sewa, umum di daerah dengan potensi apresiasi yang kuat (seperti kota besar), pasokan terbatas, permintaan tinggi, atau fasilitas yang diinginkan. Daerah dengan GRM rendah sering memiliki arus kas yang lebih kuat tetapi mungkin memiliki potensi apresiasi yang lebih rendah atau faktor risiko yang lebih tinggi.
Bagaimana cara menggunakan GRM untuk menentukan harga properti yang wajar?
Balikkan rumus GRM: Harga Wajar = Sewa Kotor Tahunan × Target GRM. Teliti GRM tipikal di pasar target Anda, lalu kalikan pendapatan sewa tahunan properti dengan GRM tersebut. Ini membantu menentukan apakah sebuah properti dihargai terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan norma pasar.
Kalkulator Terkait
- Kalkulator Cap Rate - Hitung tingkat kapitalisasi menggunakan pendapatan operasional neto
- Kalkulator ROI - Hitung pengembalian investasi untuk investasi apa pun
- Kalkulator Imbal Hasil Sewa - Hitung imbal hasil sewa kotor dan neto
Sumber Daya Tambahan
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Pengganda Sewa Kotor" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-pengganda-sewa-kotor/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 05 Feb 2026