Kalkulator Keuntungan Short Selling
Hitung keuntungan atau kerugian short selling termasuk biaya pinjam saham, biaya bunga margin, dan komisi.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Keuntungan Short Selling
Selamat datang di Kalkulator Keuntungan Short Selling, sebuah alat komprehensif yang dirancang untuk membantu trader dan investor menghitung potensi keuntungan atau kerugian dari posisi short selling. Kalkulator ini memperhitungkan semua biaya yang terkait dengan short selling, termasuk biaya pinjam saham, bunga margin, dan komisi, memberikan gambaran lengkap tentang potensi pengembalian Anda.
Apa itu Short Selling?
Short selling (atau "jual kosong") adalah strategi investasi di mana Anda mengambil keuntungan dari penurunan harga saham. Berbeda dengan investasi tradisional di mana Anda "beli rendah, jual tinggi," short selling membalikkan ini: Anda "jual tinggi, beli rendah." Begini cara kerjanya:
- Pinjam Saham: Anda meminjam saham dari broker (yang mendapatkannya dari akun investor lain).
- Jual Segera: Anda menjual saham pinjaman ini pada harga pasar saat ini, dan menerima uang tunai.
- Tunggu Harga Turun: Anda menunggu, berharap harga saham tersebut turun.
- Beli untuk Menutup (Cover): Ketika harga turun (atau naik), Anda membeli saham pada harga baru untuk "menutup" posisi short Anda.
- Kembalikan Saham: Anda mengembalikan saham tersebut kepada broker dan menyimpan selisih keuntungannya (atau menanggung kerugiannya).
Jika harga saham turun, Anda untung dengan membeli kembali lebih murah daripada harga saat Anda menjual. Jika naik, Anda rugi karena harus membeli kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Memahami Biaya Short Selling
Biaya Pinjam Saham
Saat Anda melakukan short saham, Anda harus meminjamnya dari broker. Biaya pinjam saham (juga disebut "hard-to-borrow fee" atau "securities lending fee") adalah biaya dari pinjaman ini. Biaya ini:
- Dinyatakan sebagai persentase tahunan (APR)
- Dihitung dan dibebankan setiap hari berdasarkan nilai posisi
- Bervariasi secara signifikan tergantung ketersediaan saham
- Dapat berkisar dari 0,3% untuk saham yang mudah dipinjam hingga lebih dari 100% untuk saham yang sulit dipinjam
Bunga Margin
Short selling memerlukan akun margin dengan deposit tunai (biasanya 50% dari nilai posisi berdasarkan Regulasi T). Broker dapat mengenakan bunga margin pada deposit ini, yang dihitung sebagai:
Biaya Komisi
Kebanyakan broker mengenakan biaya komisi untuk mengeksekusi perdagangan. Untuk short selling, Anda membayar komisi dua kali: sekali saat membuka posisi short (menjual) dan sekali saat menutupnya (membeli untuk menutup).
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Masukkan harga masuk: Masukkan harga saat Anda menjual short (harga entry). Ini adalah harga yang Anda terima saat awal menjual saham pinjaman.
- Masukkan harga keluar: Masukkan harga di mana Anda akan membeli kembali (cover) saham tersebut. Harga yang lebih rendah berarti untung; harga yang lebih tinggi berarti rugi.
- Tentukan jumlah saham: Masukkan berapa banyak saham yang Anda jual short. Ini menentukan total ukuran posisi Anda.
- Atur periode penahanan: Masukkan berapa hari Anda berencana menahan posisi short. Periode yang lebih lama meningkatkan biaya pinjam dan margin.
- Masukkan tingkat biaya pinjam saham: Masukkan tingkat biaya pinjam tahunan yang dikenakan oleh broker Anda. Hubungi broker Anda untuk tarif pastinya.
- Masukkan suku bunga margin: Masukkan suku bunga margin broker Anda. Ini bervariasi tergantung broker dan saldo akun.
- Atur persyaratan margin: Masukkan persyaratan margin awal (biasanya 50% di AS). Beberapa saham mungkin memerlukan margin yang lebih tinggi.
- Tambah komisi (opsional): Masukkan komisi per transaksi jika broker Anda mengenakan biaya.
Memahami Hasil Anda
Metrik Utama
- Laba/Rugi Kotor: Selisih antara harga jual dan harga beli kembali Anda, dikalikan dengan jumlah saham. Ini adalah keuntungan Anda sebelum dikurangi biaya apa pun.
- Total Biaya: Jumlah dari biaya pinjam, bunga margin, dan komisi. Ini akan mengurangi laba kotor Anda.
- Laba/Rugi Bersih: Keuntungan aktual Anda setelah mengurangi semua biaya dari laba kotor.
- ROI (Return on Investment): Laba bersih Anda sebagai persentase dari deposit margin. Ini menunjukkan pengembalian atas modal aktual yang Anda pertaruhkan.
- Harga Impas (Breakeven): Harga saham di mana laba kotor Anda persis sama dengan total biaya. Anda butuh harga saham turun di bawah harga ini untuk mulai menghasilkan keuntungan.
Analisis Visual
Kalkulator ini menyediakan tiga bagan interaktif:
- Rincian Laba/Rugi: Bagan waterfall yang menunjukkan bagaimana laba kotor, biaya, dan komisi bergabung menghasilkan hasil bersih Anda.
- Distribusi Biaya: Diagram lingkaran yang menunjukkan proporsi setiap komponen biaya (biaya pinjam, bunga margin, komisi).
- Analisis Skenario: Bagan garis yang menunjukkan potensi laba/rugi Anda pada berbagai harga keluar, membantu Anda memvisualisasikan risiko/imbalan.
Rumus Short Selling
Peringatan Risiko
Short selling adalah strategi berisiko tinggi dengan potensi kerugian yang tidak terbatas. Risiko utama meliputi:
- Potensi Kerugian Tak Terbatas: Berbeda dengan membeli saham di mana kerugian maksimum adalah 100%, saham yang di-short dapat naik tanpa batas, menyebabkan potensi kerugian yang tidak terbatas.
- Short Squeeze: Kenaikan harga yang cepat dapat memaksa penjual short untuk menutup posisi pada harga yang jauh lebih tinggi, memperbesar kerugian.
- Margin Call: Jika harga saham naik, Anda mungkin perlu menyetorkan dana tambahan untuk mempertahankan posisi Anda.
- Kewajiban Dividen: Jika saham membayar dividen saat Anda sedang short, Anda harus membayar dividen tersebut kepada pemilik asli saham.
- Penarikan Saham: Pemberi pinjaman dapat meminta saham kembali kapan saja, memaksa Anda untuk menutup posisi pada harga yang mungkin tidak menguntungkan.
- Biaya Peminjaman: Biaya yang terus berjalan dapat menggerus keuntungan seiring waktu, terutama untuk saham yang sulit dipinjam (hard-to-borrow).
Kapan Menggunakan Short Selling
Strategi Short Selling Umum
- Spekulasi: Bertaruh pada penurunan harga saham berdasarkan analisis fundamental atau teknikal.
- Hedging (Lindung Nilai): Melindungi portofolio "long" dari penurunan pasar dengan melakukan short pada aset yang berkorelasi.
- Pairs Trading: Membeli (long) satu saham sambil menjual (short) saham terkait untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga relatif.
- Arbitrase Indeks: Memanfaatkan perbedaan harga antara saham dan instrumen derivatifnya.
Tanda-tanda Saham Mungkin Turun
- Fundamental yang memburuk (pendapatan menurun, margin laba menipis, pangsa pasar berkurang)
- Valuasi yang terlalu tinggi (overvaluation) dibandingkan dengan kompetitor atau rata-rata historis
- Tren industri yang negatif atau perubahan regulasi
- Masalah manajemen atau ketidakteraturan akuntansi
- Pola kerusakan teknikal (breakdown) pada grafik
Minat Jual Kosong (Short Interest) dan Dinamika Pasar
Short interest adalah jumlah total saham yang saat ini sedang dijual short. Short interest yang tinggi menunjukkan:
- Banyak investor percaya bahwa harga saham akan turun
- Biaya pinjam yang lebih tinggi karena meningkatnya permintaan saham untuk di-short
- Potensi short squeeze yang lebih besar jika harga saham tiba-tiba naik
Rasio days to cover (short interest dibagi dengan volume harian rata-rata) menunjukkan berapa hari yang dibutuhkan bagi semua penjual short untuk menutup posisi mereka. Rasio yang lebih tinggi menunjukkan potensi squeeze yang lebih besar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu short selling?
Short selling adalah strategi investasi di mana Anda meminjam saham dari broker dan segera menjualnya, berharap harga akan turun. Ketika harga turun, Anda membeli kembali saham pada harga yang lebih rendah (disebut "covering"), mengembalikannya ke broker, dan mengantongi selisihnya sebagai keuntungan. Namun, jika harga justru naik, Anda kehilangan uang karena harus membeli kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Apa itu biaya pinjam saham?
Biaya pinjam saham (juga disebut biaya hard-to-borrow atau biaya peminjaman efek) adalah biaya yang dikenakan oleh broker Anda untuk meminjam saham guna short selling. Biaya ini dinyatakan sebagai persentase tahunan dan dihitung setiap hari. Biaya biasanya berkisar dari 0,3% hingga 3% untuk saham yang mudah dipinjam, tetapi dapat melampaui 100% per tahun untuk saham hard-to-borrow dengan minat short yang tinggi.
Bagaimana bunga margin dihitung untuk short selling?
Saat melakukan short selling, Anda harus menyetor margin (biasanya 50% dari hasil penjualan short) sebagai jaminan. Broker dapat mengenakan bunga pada saldo margin ini atau membayar bunga kepada Anda tergantung kesepakatan. Bunga margin dihitung sebagai: Setoran Margin x Suku Bunga x (Hari Penahanan / 365). Beberapa broker membayar bunga atas saldo kredit dari penjualan short.
Apa itu harga impas dalam short selling?
Harga impas dalam short selling adalah harga saham di mana laba kotor Anda tepat sama dengan semua biaya (biaya pinjam, bunga margin, dan komisi). Jika saham jatuh di bawah harga ini, Anda untung; jika tetap di atas, Anda rugi. Harga impas selalu di bawah harga masuk Anda, karena saham harus turun cukup dalam untuk menutupi semua biaya penahanan.
Apa risiko dari short selling?
Short selling membawa potensi kerugian tak terbatas karena secara teoritis harga saham dapat naik tanpa batas. Risiko utama meliputi: (1) Potensi kerugian tak terbatas; (2) Risiko short squeeze; (3) Margin call; (4) Kewajiban membayar dividen; (5) Risiko penarikan saham oleh pemberi pinjaman; (6) Biaya pinjaman yang terus menerus memakan keuntungan.
Bagaimana cara kerja persyaratan margin awal?
Persyaratan margin awal (biasanya 50% di bawah Regulasi T di AS) adalah jumlah minimum yang harus Anda setorkan sebagai jaminan saat membuka posisi short. Misalnya, jika Anda melakukan short saham senilai $10.000, Anda harus menyetor minimal $5.000 di akun margin Anda. Ini melindungi broker dari potensi kerugian jika harga saham naik.
Sumber Daya Tambahan
Pelajari lebih lanjut tentang short selling dan strategi investasi:
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Keuntungan Short Selling" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-keuntungan-short-selling/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 06 Jan 2026
Alat terkait lainnya:
Kalkulator Investasi:
- Kalkulator Penetapan Harga Opsi Black-Scholes Baru
- Menghabiskan Kalkulator Modal
- Kalkulator Tabungan Bunga Majemuk Baru
- biaya kalkulator ekuitas
- Kalkulator Retracement Fibonacci
- Kalkulator IRR Baru
- Kalkulator NPV Baru
- Kalkulator Keuntungan Opsi Baru
- Kalkulator Periode Pengembalian Baru
- kalkulator tabungan
- Kalkulator Rasio Tajam
- Kalkulator WACC
- Kalkulator Keuntungan Short Selling Baru
- Kalkulator Ekstensi Fibonacci Baru
- Kalkulator Stop Loss & Take Profit Baru