Kalkulator Stop Loss & Take Profit
Hitung level harga stop loss dan take profit yang optimal berdasarkan rasio risiko/imbalan. Visualisasikan pengaturan perdagangan, tentukan ukuran posisi, dan kelola risiko perdagangan secara efektif.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Stop Loss & Take Profit
Selamat datang di Kalkulator Stop Loss & Take Profit, alat perdagangan komprehensif yang dirancang untuk membantu Anda menentukan titik keluar yang optimal untuk perdagangan Anda. Baik Anda berdagang saham, forex, mata uang kripto, atau komoditas, kalkulator ini membantu Anda menetapkan level stop loss dan take profit yang tepat berdasarkan rasio risiko/imbalan yang Anda inginkan, memastikan perdagangan yang disiplin dan menguntungkan.
Memahami Stop Loss dan Take Profit
Apa itu Stop Loss (SL)?
Stop Loss adalah level harga yang ditentukan sebelumnya di mana Anda keluar dari perdagangan yang merugi untuk membatasi kerugian Anda. Ini bertindak sebagai jaring pengaman otomatis yang melindungi modal perdagangan Anda. Untuk posisi long, stop loss ditempatkan di bawah harga masuk Anda; untuk posisi short, ditempatkan di atas.
Apa itu Take Profit (TP)?
Take Profit adalah level harga yang ditentukan sebelumnya di mana Anda keluar dari perdagangan yang menguntungkan untuk mengamankan keuntungan Anda. Ini menghilangkan emosi dari keputusan perdagangan dan memastikan Anda mengambil keuntungan sebelum pasar berpotensi berbalik arah. Untuk posisi long, take profit ditempatkan di atas harga masuk Anda; untuk posisi short, ditempatkan di bawah.
Penjelasan Rasio Risiko/Imbalan
Rasio Risiko/Imbalan (R:R) membandingkan potensi kerugian (risiko) dengan potensi keuntungan (imbalan) Anda. Rasio 1:2 berarti untuk setiap $1 yang Anda pertaruhkan, Anda bertujuan untuk mendapatkan keuntungan $2.
Mengapa R:R Penting
Memahami rasio risiko/imbalan Anda sangat penting untuk profitabilitas jangka panjang:
- Rasio 1:1: Anda harus memenangkan lebih dari 50% perdagangan untuk mendapatkan keuntungan
- Rasio 1:2: Anda hanya perlu memenangkan 34% perdagangan untuk mencapai titik impas
- Rasio 1:3: Anda hanya perlu memenangkan 25% perdagangan untuk mencapai titik impas
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Pilih Jenis Posisi: Pilih Long jika Anda mengharapkan harga naik, Short jika mengharapkan harga turun
- Masukkan Harga Masuk: Masukkan harga di mana Anda berencana untuk masuk ke perdagangan
- Pilih Metode Perhitungan:
- Rasio Risiko/Imbalan: Atur % SL dan R:R yang diinginkan untuk menghitung TP secara otomatis
- Berdasarkan Persentase: Atur % SL dan % TP secara manual
- Harga Tetap: Masukkan level harga yang tepat untuk SL dan TP
- Opsional Ukuran Posisi: Masukkan saldo akun dan % risiko untuk menghitung ukuran posisi
- Hitung: Klik untuk melihat pengaturan perdagangan lengkap Anda dengan diagram visual
Rumus Ukuran Posisi
Ukuran posisi yang tepat memastikan Anda tidak pernah mempertaruhkan lebih dari persentase akun Anda yang telah ditentukan pada satu perdagangan tunggal:
Misalnya, dengan akun $10.000, risiko 1% ($100), masuk di harga $50, dan stop loss di harga $48:
$$\text{Unit} = \frac{\$100}{\$50 - \$48} = \frac{\$100}{\$2} = 50 \text{ unit}$$
Posisi Long vs Short
| Aspek | Posisi Long | Posisi Short |
|---|---|---|
| Ekspektasi Pasar | Harga akan naik | Harga akan turun |
| Tindakan Masuk | Beli / Go Long | Jual / Go Short |
| Lokasi Stop Loss | Di bawah harga masuk | Di atas harga masuk |
| Lokasi Take Profit | Di atas harga masuk | Di bawah harga masuk |
| Untung Saat | Harga meningkat | Harga menurun |
Pedoman Rasio Risiko/Imbalan
| Rasio R:R | Peringkat | Win Rate Min untuk Untung | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| 1:3 atau lebih tinggi | Sangat Baik | 25%+ | Swing trading, mengikuti tren |
| 1:2 | Baik | 34%+ | Day trading, perdagangan umum |
| 1:1.5 | Dapat Diterima | 40%+ | Scalping dengan win rate tinggi |
| 1:1 | Pas-pasan | 51%+ | Hanya pengaturan probabilitas tinggi |
| Di bawah 1:1 | Buruk | Lebih tinggi dari imbalan | Tidak disarankan |
Tips Trading untuk Stop Loss dan Take Profit
Menetapkan Stop Loss
- Level teknis: Tempatkan SL di bawah support (long) atau di atas resistance (short)
- Berdasarkan ATR: Gunakan Average True Range untuk mengatur SL berdasarkan volatilitas
- Berdasarkan persentase: Pertaruhkan persentase tetap (misal, 1-2%) dari harga masuk
- Jangan pernah menggerakkan SL melawan posisi Anda setelah perdagangan aktif
Menetapkan Take Profit
- Berdasarkan R:R: Atur TP untuk mencapai rasio risiko/imbalan yang Anda inginkan
- Target teknis: Gunakan level resistance (long) atau support (short)
- Ekstensi Fibonacci: Level umum adalah 1.272, 1.618, 2.0
- Keuntungan parsial: Pertimbangkan untuk mengambil keuntungan parsial di beberapa level
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Mengatur SL terlalu ketat: Fluktuasi pasar normal dapat membuat Anda keluar terlalu dini
- Mengatur SL terlalu lebar: Meningkatkan risiko Anda dan mengurangi rasio R:R
- Menggerakkan SL lebih jauh: Jangan pernah meningkatkan risiko pada perdagangan yang merugi
- Tidak ada stop loss sama sekali: Ini dapat menyebabkan kerugian besar
- Mengabaikan rasio R:R: Bahkan tingkat kemenangan yang tinggi akan gagal dengan R:R yang buruk
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu pesanan Stop Loss?
Pesanan Stop Loss (SL) adalah pesanan perlindungan yang menutup perdagangan secara otomatis jika harga mencapai level yang tidak menguntungkan, sehingga membatasi kerugian Anda. Misalnya, jika Anda membeli saham seharga $100 dan memasang stop di 2%, penjualan terpicu di harga $98.
Apa itu pesanan Take Profit?
Pesanan Take Profit (TP) menutup perdagangan secara otomatis saat target keuntungan Anda tercapai. Misalnya, dengan membeli di harga $100 dengan TP 4%, Anda menguangkan keuntungan Anda di harga $104 tanpa perlu terus memantau layar.
Berapa rasio Risiko/Imbalan yang baik?
Tergantung pada strategi Anda. Secara umum: 1:1 membutuhkan >50% kemenangan; 1:2 (disarankan) membutuhkan >34%; 1:3 hanya membutuhkan >25%. Kebanyakan profesional menargetkan 1:2 atau lebih.
Bagaimana cara menghitung ukuran posisi berdasarkan risiko?
Ukuran posisi = (Modal × % risiko) ÷ (Entry - Stop). Contoh: modal $10.000, risiko 1% ($100), entry $50, SL $48 (risiko $2/saham) → Anda dapat membeli 50 saham.
Apa perbedaan antara Long dan Short?
Long: Anda membeli dengan harapan harga naik (SL di bawah, TP di atas). Short: Anda menjual dengan harapan harga turun (SL di atas, TP di bawah).
Haruskah saya selalu menggunakan stop loss?
Ya, stop loss adalah dasar dari manajemen risiko. Tanpa SL, satu kesalahan saja dapat menghapus keuntungan berbulan-bulan atau bahkan menghabiskan seluruh akun Anda.
Sumber Tambahan
- Stop Loss Order - Investopedia (Bahasa Inggris)
- Take Profit Order - Investopedia (Bahasa Inggris)
- Risk/Reward Ratio - Investopedia (Bahasa Inggris)
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Stop Loss & Take Profit" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-stop-loss-dan-take-profit/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 18 Jan 2026
Alat terkait lainnya:
Kalkulator Investasi:
- Kalkulator Penetapan Harga Opsi Black-Scholes Baru
- Menghabiskan Kalkulator Modal
- Kalkulator Tabungan Bunga Majemuk Baru
- biaya kalkulator ekuitas
- Kalkulator Retracement Fibonacci
- Kalkulator IRR Baru
- Kalkulator NPV Baru
- Kalkulator Keuntungan Opsi Baru
- Kalkulator Periode Pengembalian Baru
- kalkulator tabungan
- kalkulator rasio tajam
- Kalkulator WACC
- Kalkulator Keuntungan Short Selling Baru
- Kalkulator Ekstensi Fibonacci Baru
- Kalkulator Stop Loss & Take Profit Baru