Kalkulator Rasio PE
Hitung rasio Price-to-Earnings (P/E) dengan analisis valuasi, tolok ukur sektor, imbal hasil laba, dan wawasan investasi. Kalkulator rasio P/E online gratis dengan perhitungan langkah demi langkah.
Ad blocker Anda mencegah kami menampilkan iklan
MiniWebtool gratis karena iklan. Jika alat ini membantu, dukung kami dengan Premium (bebas iklan + lebih cepat) atau whitelist MiniWebtool.com lalu muat ulang halaman.
- Atau upgrade ke Premium (bebas iklan)
- Izinkan iklan untuk MiniWebtool.com, lalu muat ulang
Tentang Kalkulator Rasio PE
Selamat datang di Kalkulator Rasio P/E, alat valuasi saham komprehensif yang menghitung rasio Price-to-Earnings dengan perbandingan benchmark sektor, analisis valuasi, dan wawasan investasi. Baik Anda sedang mengevaluasi saham individu, membandingkan perusahaan dalam satu industri, atau melakukan analisis fundamental, kalkulator ini menyediakan metrik valuasi tingkat profesional untuk mendukung keputusan investasi Anda.
Apa itu Rasio P/E?
Rasio Price-to-Earnings (P/E) adalah salah satu metrik valuasi saham yang paling banyak digunakan dalam analisis fundamental. Rasio ini mengukur hubungan antara harga saham perusahaan dengan laba per saham (EPS), menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap satu dolar laba tahunan.
Rasio P/E yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa investor mengharapkan pertumbuhan laba masa depan yang signifikan, sementara rasio P/E yang rendah mungkin menunjukkan bahwa saham tersebut undervalued (dinilai terlalu rendah) atau perusahaan sedang menghadapi tantangan. Namun, rasio P/E harus selalu diinterpretasikan dalam konteks norma industri, prospek pertumbuhan, dan kondisi pasar.
Rumus Rasio P/E
Di mana:
- Harga per Saham = Harga pasar saat ini dari satu lembar saham
- EPS = Laba Per Saham (laba bersih dibagi dengan jumlah saham yang beredar)
Jenis-Jenis Rasio P/E
Trailing P/E (TTM)
Trailing P/E menggunakan laba dari 12 bulan terakhir (Trailing Twelve Months). Ini adalah jenis yang paling umum karena menggunakan data laba aktual yang dilaporkan. Ini andal dan faktual tetapi bersifat melihat ke belakang.
Forward P/E
Forward P/E menggunakan proyeksi laba untuk 12 bulan ke depan berdasarkan estimasi analis. Ini bersifat melihat ke depan dan mencerminkan ekspektasi, tetapi tergantung pada akurasi perkiraan laba yang dapat bervariasi secara signifikan.
Shiller P/E (CAPE)
Rasio Price-to-Earnings yang disesuaikan secara siklis (Cyclically Adjusted Price-to-Earnings) menggunakan rata-rata laba yang disesuaikan dengan inflasi selama 10 tahun. Ini memperhalus efek siklus bisnis dan berguna untuk penilaian valuasi pasar jangka panjang.
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Masukkan harga saham: Masukkan harga pasar saat ini per saham. Anda dapat menemukannya di situs web keuangan atau platform broker mana pun.
- Masukkan EPS: Masukkan laba per saham. Gunakan trailing EPS (12 bulan terakhir) untuk trailing P/E atau estimasi analis untuk forward P/E.
- Pilih sektor industri: Pilih sektor yang relevan untuk dibandingkan dengan benchmark industri (opsional tetapi direkomendasikan).
- Hitung: Klik "Hitung Rasio P/E" untuk melihat hasil komprehensif termasuk penilaian valuasi, perbandingan sektor, dan perhitungan langkah demi langkah.
Memahami Hasil Anda
Nilai Rasio P/E
P/E yang dihitung menunjukkan berapa banyak dolar yang dibayarkan investor untuk setiap satu dolar laba tahunan. P/E 20 berarti investor membayar $20 untuk setiap $1 laba.
Imbal Hasil Laba (Earnings Yield)
Earnings yield adalah kebalikan dari P/E (1/P/E), dinyatakan dalam persentase. Ini menunjukkan laba sebagai persentase dari harga saham dan dapat dibandingkan dengan imbal hasil obligasi untuk valuasi relatif.
Perbandingan Sektor
Membandingkan P/E saham Anda dengan rata-rata sektor membantu mengidentifikasi valuasi relatif. Saham yang diperdagangkan di bawah rata-rata sektor mungkin undervalued, sementara yang di atas mungkin memiliki ekspektasi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Benchmark Rasio P/E Berdasarkan Sektor
| Sektor | Rentang P/E Tipikal | Karakteristik |
|---|---|---|
| Teknologi | 25-35 | Ekspektasi pertumbuhan tinggi, menginvestasikan kembali laba |
| Kesehatan | 20-28 | Permintaan stabil, potensi inovasi |
| Konsumen Diskresioner | 20-30 | Siklis, terikat pada kepercayaan konsumen |
| Konsumen Pokok | 18-24 | Defensif, laba stabil |
| Industri | 18-24 | Sensitif terhadap siklus ekonomi |
| Keuangan | 12-18 | Sensitif terhadap suku bunga, faktor regulasi |
| Energi | 10-15 | Tergantung pada harga komoditas, siklis |
| Utilitas | 16-22 | Teregulasi, dividen stabil |
| Real Estat | 30-45 | Valuasi berbasis aset seringkali lebih relevan |
Berapa Rasio P/E yang Bagus?
Tidak ada rasio P/E tunggal yang universal "bagus" - konteks sangat penting. Pertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Perbandingan industri: Bandingkan dengan rata-rata sektor daripada rata-rata seluruh pasar
- Tingkat pertumbuhan: Perusahaan yang tumbuh cepat membenarkan rasio P/E yang lebih tinggi (gunakan rasio PEG untuk valuasi yang disesuaikan dengan pertumbuhan)
- Kondisi pasar: Rasio P/E mengembang di pasar bull dan menyusut di pasar bear
- Kualitas perusahaan: Keunggulan kompetitif yang kuat dan laba yang konsisten menjamin valuasi premium
- Rentang historis: Bandingkan dengan rentang P/E historis saham itu sendiri
Panduan Umum P/E
- P/E di bawah 10: Dapat mengindikasikan undervaluation, ekspektasi pertumbuhan rendah, atau tantangan perusahaan
- P/E 10-15: Wilayah nilai (value), umum untuk perusahaan yang matang dan stabil
- P/E 15-25: Rentang rata-rata untuk perusahaan yang sehat dan tumbuh moderat
- P/E 25-40: Wilayah saham pertumbuhan (growth), ekspektasi lebih tinggi tercermin dalam harga
- P/E di atas 40: Ekspektasi pertumbuhan sangat tinggi atau potensi overvaluation
Keterbatasan Rasio P/E
- Manipulasi laba: Perusahaan dapat menggunakan teknik akuntansi untuk menyesuaikan laba yang dilaporkan
- Laba negatif: P/E tidak berarti bagi perusahaan yang mengalami kerugian
- Bisnis siklis: P/E dapat menyesatkan pada puncak atau dasar siklus bisnis
- Standar akuntansi yang berbeda: Membuat perbandingan lintas negara menjadi sulit
- Struktur modal: Tidak memperhitungkan tingkat utang (gunakan EV/EBITDA untuk ini)
- Item satu kali: Keuntungan atau kerugian non-rutin mendistorsi trailing P/E
Metrik Valuasi Komplementer
Untuk analisis komprehensif, gunakan P/E bersama metrik-metrik berikut:
- Rasio PEG: P/E dibagi dengan tingkat pertumbuhan laba - menyesuaikan untuk pertumbuhan
- Price-to-Book (P/B): Membandingkan harga dengan nilai buku per saham
- Price-to-Sales (P/S): Berguna untuk perusahaan yang belum memiliki laba
- EV/EBITDA: Nilai perusahaan terhadap EBITDA - memperhitungkan utang
- Dividend Yield: Dividen tahunan sebagai persentase dari harga
- Free Cash Flow Yield: FCF per saham dibagi dengan harga
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu rasio P/E?
Rasio Price-to-Earnings (P/E) adalah metrik valuasi yang membandingkan harga saham perusahaan dengan laba per saham (EPS). Ini menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap satu dolar laba. Rumusnya adalah: Rasio P/E = Harga Saham / Laba Per Saham. P/E yang lebih tinggi menunjukkan investor mengharapkan pertumbuhan yang lebih tinggi, sementara P/E yang lebih rendah mungkin mengindikasikan penilaian rendah atau ekspektasi pertumbuhan yang lebih rendah.
Berapa rasio P/E yang bagus?
Rasio P/E yang "bagus" tergantung pada industri, kondisi pasar, dan prospek pertumbuhan perusahaan. Umumnya, rasio P/E antara 15-25 dianggap rata-rata untuk pasar yang lebih luas. Saham teknologi sering kali memiliki rasio P/E 25-40 atau lebih tinggi, sementara utilitas dan keuangan biasanya memiliki rasio P/E 10-18. Selalu bandingkan P/E sebuah saham dengan rata-rata sektornya dan rentang historisnya.
Apa perbedaan antara trailing P/E dan forward P/E?
Trailing P/E menggunakan laba dari 12 bulan terakhir (data historis), memberikan ukuran konkret berdasarkan kinerja aktual. Forward P/E menggunakan proyeksi laba untuk 12 bulan ke depan (estimasi analis), menawarkan wawasan tentang kinerja masa depan yang diharapkan. Trailing P/E lebih andal tetapi bersifat melihat ke belakang, sementara forward P/E bersifat melihat ke depan tetapi tergantung pada akurasi estimasi.
Mengapa beberapa saham memiliki rasio P/E negatif?
Rasio P/E negatif terjadi ketika sebuah perusahaan memiliki laba negatif (rugi bersih). Karena rumus P/E membagi harga dengan EPS, EPS negatif menghasilkan P/E negatif. Rasio P/E negatif umumnya tidak berarti untuk tujuan valuasi. Untuk perusahaan dengan kerugian, metrik alternatif seperti Price-to-Sales (P/S) atau Price-to-Book (P/B) lebih tepat.
Apa itu imbal hasil laba dan bagaimana hubungannya dengan P/E?
Earnings yield adalah kebalikan dari rasio P/E, dihitung sebagai EPS dibagi dengan harga saham, dinyatakan dalam persentase. Sebagai contoh, P/E 20 sama dengan imbal hasil laba 5% (1/20 = 0,05 = 5%). Earnings yield berguna untuk membandingkan saham dengan obligasi - jika sebuah saham memiliki imbal hasil laba 5% dan obligasi memberikan hasil 4%, saham tersebut mungkin relatif menarik.
Bagaimana cara menggunakan rasio P/E untuk valuasi saham?
Untuk menggunakan P/E dalam valuasi: 1) Bandingkan P/E saham dengan rata-rata industrinya. 2) Bandingkan dengan rentang P/E historis saham tersebut. 3) Pertimbangkan tingkat pertumbuhan - perusahaan yang tumbuh cepat membenarkan P/E yang lebih tinggi. 4) Periksa rasio PEG untuk valuasi yang disesuaikan dengan pertumbuhan. 5) Jangan pernah menggunakan P/E sendirian - gabungkan dengan metrik lain seperti P/B, P/S, dan rasio utang.
Sumber Daya Tambahan
Kutip konten, halaman, atau alat ini sebagai:
"Kalkulator Rasio PE" di https://MiniWebtool.com/id/kalkulator-rasio-pe/ dari MiniWebtool, https://MiniWebtool.com/
oleh tim miniwebtool. Diperbarui: 26 Jan 2026